Ini 4 Fakta Penting Seputar Hari Buruh Internasional

439
Sumber gambar: Twitter Presiden Joko Widodo.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Dunia memperingati 1 Mei sebagai hari buruh. Sejarah peristiwa di balik Hari Buruh Internasional ini menarik untuk disimak.

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ‘buruh’ diartikan sebagai orang yang bekerja di bawah perintah orang lain dan diberi upah atas kinerja yang dilakukan. Meski demikian, banyak yang beranggapan, hari buruh diperuntukkan hanya bagi pekerja pabrik.

Terlepas dari istilah buruh, dirangkum dari beberapa sumber, ada sejumlah fakta penting seputar hari buruh yang umum disebut May Day ini. Apa saja?

1. Bermula dari Banyaknya Cedera dan Kematian Pekerja di Amerika Serikat

Saat itu mereka dituntut bekerja lebih dari 10 jam per hari. Cedera dan kematian akibat kecelakaan kerja dianggap sebagai hal lumrah. Federasi Buruh Amerika kemudian melakukan demonstrasi besar-besaran menuntut penyesuaian jam kerja dan pengupahan yang layak.

Kericuhan dalam demonstrasi di Haymarket Amerika pada 4 Mei 1886 tak terhindarkan. Ujungnya, 1 Mei dipilih untuk memperingati insiden tersebut.

2. Pemangkasan Jam Kerja dari 19 Jam Menjadi 8 Jam Per Hari

Hari buruh adalah awal mula dari penetapan sistem 8 jam kerja. Mulanya, pekerja di Amerika serikat harus bekerja hingga 19 jam dalam sehari dan tak mendapatkan hak untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan hidup pribadi.

Sampai sekarang, jam kerja 8 jam diberlakukan di seluruh dunia. Bila pekerja diharuskan bekerja lebih dari 8 jam, maka jam kerja tersebut dihitung lembur dan perusahaan harus membayar uang lembur sesuai regulasi masing-masing negara.

3. Pertama Kali Diakui di Prancis

Meski Insiden Haymarket menelan banyak korban, ternyata tak serta merta membuat hari buruh langsung diakui dunia. Pada tahun 1889, kongres buruh internasional pertama diadakan di Paris oleh The International Socialist Conferences.

Tujuannya untuk mengenang Insiden Haymarket di Amerika Serikat. Peringatan Hari Buruh Internasional secara resmi diakui dan dirayakan setiap tahun sesudah ditetapkan pada kongres buruh internasional kedua di tahun 1891.

4. Identik dengan Demonstrasi

Tanggal 1 Mei sering dimanfaatkan para pekerja untuk turun langsung ke pusat pemerintahan guna menyampaikan aspirasi. Di Indonesia maupun negara berkembang lainnya momen ini dimanfaatkan untuk meminta kenaikan upah.

Sedangkan di negara maju, aksi demonstrasi ditujukan para pekerja untuk meminta perbaikan kondisi dan kenyamanan kerja. Selain juga perlindungan asuransi yang lebih baik. (trj/ono)