100 Lukisan Dipamerkan di Hari Pendidikan Nasional di Bangil

725
Pengunjuk menikmati karya lukis yang dipamerkan. Foto: Miftahul Ulum.

 

Bangil (WartaBromo.com) – Seorang dosen UB dan pensiunan guru SMAN 1 Bangil gelar pameran seni lukis. Sedikitnya 100 karya dipamerkan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Pameran seni lukis ini digelar di White Gallery 84, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil. Dibuka bertepatan dengan Hardiknas, pameran berlangsung sampai 31 Mei 2021.

Triano Nanda Setiabudi, penggagas pameran, mengatakan, pameran ini sebagai wujud eksistensi sebagai seniman untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Apalagi, lebih dari setahun, dirinya tidak menunjukkan karya-karyanya pada publik.

“Jadi sekalian memperingati Hardiknas, daripada sepi, kami buat pameran karya seni lukis,” ucap pria yang juga dosen di Universitas Brawijaya ini, Minggu (2/5/2021) sore.

Tak hanya karyanya sendiri yang dipamerkan, lebih dari 100 karya tersebut, kata Triano, juga berkolaborasi dengan seniman, pelajar dan mahasiswa.

Di antara karya yang dipamerkan adalah karya Mischat, pensiunan guru SMAN 1 Bangil, karya siswa SMA Walisongo Gempol, Mahasiswa Seni Rupa UB dan mahasiswa STIKI Malang.

“Mengambil tema Tut Wuri Handayani Saling Nuturi Ben Tambah Ngerti, saya berharap dengan hasil karya ini bisa saling memberi nasihat kepada sesama manusia,” imbuhnya.

Ia juga berpesan kepada pelaku seni agar terus berkarya, bagaimanapun kondisinya. “Kalau orang seni tidak berkarya, ya bukan orang seni, dan dari karya itu, berisi unek-unek dan informasi yang disampaikan oleh seniman itu,” jelasnya.

Untuk pecinta seni di Kabupaten Pasuruan dan sekitar, bisa menikmati karya-karya ini secara gratis. Galeri dibuka pukul 15.00-17.00, dan pukul 19.00-21.00.

Sementara itu, menurut Mischat, pemilik galeri mengatakan, karena pandemi, pameran ini dibuka secara daring melalui kanal youtube White Gallery 84. Sebagai upaya menghindari kerumunan.

“Biasanya kalau tidak pandemi ini bisa lebih dari 100 orang,” tuturnya.

Di usianya yang tak lagi muda, ia masih semangat menghidupi seni. Menurutnya, meski pandemi, bukan halangan baginya untuk terus berkegiatan dan berkesenian.

Dengan adanya galeri seni dan pameran ini, kata Mischat, semakin mengenalkan kepada masyarakat akan pentingnya seni, terutama seni lukis.

“Pandemi seperti ini tidak menghalangi kami berkesenian, terutama seni lukis. Kita gelar juga pameran secara daring,” imbuhnya.

Galeri ini sendiri, sudah berdiri sejak tahun 2012. Beberapa kali digunakan sebagai pameran karyanya sendiri maupun kolaborasi dengan seniman lain.

“Ya syukur sudah ada galeri ini, sebagai tempat untuk seniman memamerkan karya. Karena pemerintah tidak kunjung membangun gedung kesenian,” bebernya.

Melalui seni lukis, kata Mischat, dirinya bisa mengekspresikan unek-unek dan gagasannya secara halus dan indah. Seperti yang ia tuangkan dalam lukisannya tentang “ulah manusia”.

“Ini karena ulah manusia, menimbulkan bencana-bencana yang terjadi belakangan,” ulasnya sembari menunjukkan lukisan hasil karyanya. (oel/asd)

Simak videonya: