Ada 3 Pasutri Bakal Bertarung di Pilkades Serentak Kabupaten Probolinggo

3767

 

Probolinggo (WartaBromo.com) – Tahapan pilkades serentak di Kabupaten Probolinggo sepertinya bakal berlangsung seru. Dari 215 calon kepala desa (cakades), ada 3 pasangan suami istri (pasutri) bersaing menjadi terbaik.

Berdasar data Satgas Pilkades Serentak Pemkab Probolinggo, pilkades pada 2 Mei 2021 akan diikuti oleh 215 Cakades. Dari jumlah itu, 196 berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan sisanya sebanyak 19 orang berjenis kelamin perempuan.

“Ada 59 mantan kepala desa yang lolos penetapan calon dan bakal ikut dalam pilkades serentak,” kata Koordinator Satgas Pengamanan Pilkades Serentak, Ugas Irwanto.

Dari jumlah tersebut terungkap, 3 pasangan suami istri akan bersaing menjadi orang nomor satu di desanya. Mereka adalah Asmun (nomor urut 1) dan Tiyarsih (nomor urut 2). berkompetisi di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang.

Kemudian Suud (bernomor urut 1) dan Silowati (nomor urut 2) yang bertarung di Desa Sindet Anyar, Kecamatan Besuk.
Ada juga Sri Rahayu (bernomor urut 2) dan Bambang (nomor urut 5) dalam Pilkades Alas Sumur Kulon, Kecamatan Kraksaan.

Pasutri ini bahkan bersaing dengan 3 kandidat lainnya untuk menjadi pemenang. Yakni Suhut (dengan nomor urut 1), Sanadi (nomor urut 3), dan Heri (bernomor urut 4). Bambang dan Heri merupakan mantan kepala desa setempat.

“Tidak ada larangan suami istri berkompetisi dalam pilkades. Yang penting berkompetisi dengan baik, santun dan sesuai mekanisme yang berlaku. Sehingga kondusivitas desa terjaga dengan baik,” ujar pria yang juga menjabat Kepala Bakesbangpol itu.

Asmun yang merupakan kepala desa periode sebelumnya mengaku maju menjadi cakades karena permintaan rakyat. “Sebenarnya ini permintaan warga Mas, ya semoga Lumbang tambah maju,” ujarnya.

Hal lainnya, karena ia mempunyai program unggulan yang akan diterapkan, jika terpilih untuk memimpin Desa Lumbang pada periode selanjutnya. Salah satunya yakni akan fokus di sektor pertanian.

“Apalagi desa kami juga sudah dapat bantuan sapi dari kementerian sebanyak 200 ekor, itu nanti kami optimalkan agar ekonomi warga Lumbang semakin membaik. Kotorannya dapat dijadikan pupuk organik,” sebutnya.

Hal yang berbeda diungkapkan Tiyarsih, istri dari Asmun. Ia mengaku semuanya tergantung dengan takdir. “Yang pasti tujuan utamanya, ya bisa membawa Lumbang lebih maju dibanding sebelumnya,” sebutnya. (saw/ono)