Pengelolaan Parkir Motor Wisata Cheng Hoo Sepakat Kembali ke Dishub

603
Karcis parkir sepeda motor di wisata Cheng Hoo yang dipatok Rp 3 ribu. Padahal, pada Perda No 13/2015 retribusi parkir hanya Rp 1000.

 

Pandaan (WartaBromo.com) – Persoalan pengelolaan parkir motor di wisata Chenghoo, Pandaan, mencapai klimaks. Lahan tersebut kembali dikelola Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan.

Sebelumnya, lahan parkir tersebut dikelola swadaya oleh sejumlah warga yang menamakan diri paguyuban parkir wisata Cheng Hoo.

Mereka mengapling sejumlah lahan parkir milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan menarik retribusi parkir sebesar Rp 3000 untuk sekali parkir.

Hal ini menjadi masalah, lantaran besaran retribusi ini tiga kali lipat lebih besar dari kententuan Perda Kabupaten Pasuruan Nomor 13 Tahun 2015. Yang sedianya, retribusi untuk motor hanya Rp 1000.

Menindaklanjuti persoalan ini, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan Agus Hari Wibawa mengatakan, beberapa hari lalu, pihaknya sudah berkomunikasi dengan paguyuban setempat agar mengembalikan pengelolaan lahan parkir tersebut ke dinas.

“Sama pak Khoirun Kabid Dalops, sudah dikomunikasikan ke pengurus paguyuban, dan akhirnya mereka menerima,” tutur Agus, saat dihubungi WartaBromo., Sabtu (8/5/2021).

Dengan begitu, parkir motor di kawasan wisata Chenghoo, kembali dikelola oleh Dinas Perhubungan setempat dengan parkir roda 4 atau lebih yang sebelumnya sudah dikelola dinas.

Sedangkan untuk retribusi, juga kembali ke nominal semula yakni Rp 1000 per motor. Adapun karcis yang sebelumnya dikeluarkan oleh paguyuban sudah tidak diperbolehkan untuk digunakan.

“Wajib menggunakan karcis parkir dari Dishub dengan tarif sesuai ketentuan,” sambungnya.

Dari hasil musyawarah antara dinas dengan paguyuban, kata Agus, pasca-lebaran lahan parkir ini sudah bisa dikelola kembali oleh Dishub.

“Kemarin mereka minta selepas hari raya sudah bisa action,” imbuhnya.

Terkait dengan keluhan paguyuban yang menyisihkan uang untuk kebutuhan keamanan dan kebersihan, Agus mengatakan bakal melakukan kalkulasi untuk menutup kebutuhan tersebut.

“Yang penting bagi kami, jangan memungut di luar ketentuan yang sudah ada, itu saja,” tandasnya. (oel/asd)