Melonjak, Jumlah Pelaku UMKM Kota Probolinggo Mendekati 20 Ribu

574

 

Kanigaran (wartabromo.com) – Pandemi covid19 membuat sejumlah perusahaan besar melakukan perampingan karyawan. Efisiensi berupa PHK itu memunculkan lonjakan angka pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Probolinggo.

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo sebelumnya mencatat ada sekitar 6.000 UMKM yang terdaftar.

Dari rekaman dinas koperasi, mereka terdampak tatkala ada kebijakan pembatasan operasional. Pelaku usaha di bidang makanan, diungkap paling merasakan imbasnya. Bahkan, rentetan pembatasan membuat pasar Sabtu Minggu di Kota Probolingggo ditutup selama kurun setahun ini.

“Dampaknya memang luar biasa. Tapi seiring berjalan waktu, justru mereka bisa bertahan,” kata Kepala DKUPP, Fitriawati, Senin (10/5/2021).

Fitriawati kemudian membeberkan data pelaku UMKM Kota Probolinggo yang dicatat sejak
September 2020. Ternyata, muncul 13 ribu lebih pelaku UMKM baru. Sehingga secara keseluruhan dari penambahan tersebut terdapat sekitar 19.200 pelaku UMKM di Kota Probolinggo

“Mereka ini dulunya bekerja. Namun akhirnya terdampak PHK karena perusahaan terdampak covid19. Lepas dari pekerjaan itu, mereka kemudian beralih menjadi pelaku UMKM,” imbuhnya.

Munculnya pelaku UMKM baru itu membuat DKUPP harus melakukan pendampingan dengan mengontrol kualitas, kontinuitas, dan kuantitas (3K) produk. Selain itu DKUPP memberikan bantuan pengurusan perizinan, sertifikasi, serta menerbitkan kartu E-UMKM Pintar.

Bertambahnya jumlah pelaku UMKM ini dinilainya jadi pertanda menggeliatnya ekonomi secara perlahan dari daerah, kendati masih berada di masa pandemi covid19.

Strategi pemasaran melalui kanal online merupakan satu bagian penting yang didorong pemkot.
Pemahaman tentang digitalisasi marketing diklaim terus dilakukan, selain membantu UMKM bisa ikut pameran, baik secara lokal maupun virtual.

Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin membenarkan banyak pihak beralih profesi memilih menjadi pelaku UMKM selama pandemi.

“Mereka rata-rata membuka order lewat online dan beraktivitas di dalam rumah. Mereka juga enjoy dan usahanya terus berjalan. Kami memantau apa kendala yang mereka hadapi, seperti packaging atau promosi,” katanya.

Sarana dan prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan ketat dinyatakan juga diberikan oleh pemerintah. Penyediaan plastik, masker, hingga tempat cuci tangan di antaranya.

Khusus terhadap pedagang yang hendak berjualan di Pasar Tugu wajib menjalani vaksin. Selain itu, pedagang pasar dikhususkan hanya bagi warga Kota Probolinggo. (lai/saw/ono)