Malam Takbir, Swalayan dan Toko Modern Ditutup

539

 

Kanigaran (wartarbomo.com) – Selain tempat wisata, swalayan dan toko modern di Kota Probolinggo juga ditutup. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan dan kerumunan massa di malam takbir.

Surat Edaran penutupan itu, dikeluarkan oleh Satgas Penanganan covid19 Kota Probolinggo, nomor 007/V/COVID19/2021, tertanggal Senin 10 Mei 2021. Ada empat point penting dalam surat edaran bertanda tangan Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin itu.

Di antaranya, himbauan untuk tetap patuhi protokol kesehatan di semua aktifitas usaha toko modern dan swalayan. Serta daftar sarana dan prasarana protokol kesehatan pada point kedua. Seperti papan himbauan, wastafel, hand sanitizer dan masker.

Termasuk adanya termogun, serta pembatasan kapasitas pengunjung yang hanya 50 persen dari kapasitas sesungguhnya.

“Ini merupakan salah satu upaya untuk menekan sebaran covid19. Mengingat saat ini potensi sebarannya belum terkendali. Kami, bersama forkopimda Kota Probolinggo, sepakat lakukan upaya pencegahan ini. Untuk lindungi masyarakat dari sebaran covid19,” tulis wali kota, Selasa (11/5/2021).

Penutupan toko modern dan swalayan, tertuang dalam point ketiga surat edaran itu. “Untuk menghindari potensi kerumunan pengunjung pada malam Idul Fitri 1442H, maka diharuskan menutup toko serta menghentikan kegiatan jual beli. Mulai pukul 16.00 WIB tanggal 12 Mei 2021 (pada malam takbir sesuai hasil sidang isbat Kementerian Agama RI).

Selanjutnya pada point 4, apabila terdapat pelanggaran terhadap surat edaran tersebut, maka akan dikenai sanksi sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Sementara itu, Sri Lestari, Manager Store Area Karunia Damai Sejahtera (KDS) menyebut, pihaknya selaku pengelola swalayan akan mematuhi aturan dari pemerintah. “Kami selaku management, akan selalu mengikuti, mematuhi apa yang diatur dan diputuskan oleh pemerintah,” ujarnya.

Tapi dengan catatan, pemerintah tidak tebang pilih dalam penerapan aturan itu. “Asal semua komitmen. Tidak ada yang tebang pilih. Artinya bukan toko KDS saja yang tutup jam 16.00 WIB itu,” tegasnya.

Sampai sejauh ini, pusat perbelanjaan di Kota Probolinggo masih dibanjiri pembeli. Masyarakat masih terus berdatangan, untuk membeli kebutuhan belanja lebaran. Mulai dari baju, kue sampai sembako. (lai/saw/may)