Jangan Takbir Keliling ya, Polisi Bakal Lakukan Tindakan Tegas

530

 

Probolinggo (WartaBromo.com) – Polres Probolinggo menyiagakan ratusan personel gabungan pada malam takbiran Idul Fitri 1442 H. Tindakan tegas akan diberlakukan bagi warga yang berkonvoi.

Total sebanyak 749 personel yang dikerahkan dalam pengamanan malam lebaran. Tercatat 406 personel dari Polres Probolinggo. Kemudian dari Kodim 0820 Probolinggo sebanyak 313 anggota dan dari Satpol PP sebanyak 30 personel.

“Selain pemantauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mereka nantinya akan menyusuri beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Tujuannya untuk melarang atau membubarkan konvoi perayaan di malam lebaran,” terang Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan pada Rabu, 12 Mei 2021.

Pihaknya kata Ferdy, jauh-jauh hari sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Mengimbau kepada masyarakat untuk tetap di rumah. Membatasi aktivitas di luar rumah dan mengindari kerumunan.

“Kami tidak segan-segan membubarkan kerumunan orang. Namun, langkah persuasif tetap kami dahulukan dengan mengingatkan mereka untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara lengkap. Virus ini, bisa menyerang siapa saja, maka mencegahnya lebih baik,” kata mantan Kapolres Tangerang Selatan itu.

Ia kemudian menegaskan kembali imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan konvoi atau takbiran keliling terlebih lagi dengan menggunakan kendaraan bermotor di malam takbiran.

“Oleh karena itu, pada malam takbiran Polres Probolinggo akan melaksanakan penyekatan dan penindakan,” tegas AKBP Ferdy.

Dandim 0820, Letkol. Inf, Imam Wibowo menyebut potensi penularan Covid-19 sangat besar pada takbir keliling atau konvoi. Sebab kerumunan orang tak dapat dihindarkan pada saat kegiatan itu. Di sisi lain, varian Covid-19 semakin bervariasi dan tak terbendung penularannya.

“Oleh karena itu, kami mengharap kerjasama dan pengertian masyarakat untuk membantu kami mengentaskan wabah ini. Varian Covid-19 baik di wilayah Kota ataupun Kabupaten Probolinggo variannya semakin banyak,” ungkap pamen kelahiran Jakarta itu. (saw/ono)