Hari Pertama Belajar Tatap Muka di Sekolah, Siswa: Senang Bisa Ketemu Teman-teman

1018
Hari pertama pembelajaran tatap muka di SDN Pekuncen Kota Pasuruan. Foto: A. Romadoni.

 

Pasuruan (wartabromo.com) – Uji coba sekolah tatap muka di Kota Pasuruan mulai digelar hari ini, Kamis (20/5/2021). Rasa bahagia terlihat saat sebagian siswa-siswi mulai mengikuti pelajaran di sekolah.

Berdasarkan pantauan wartabromo.com di pada hari pertama uji coba (pembelajaran tatap muka) PTM, tak sedikit siswa yang kebingungan dan terlambat masuk sekolah. Pasalnya, mereka tidak mengetahui ruang kelas mana yang akan digunakan setelah lama tak masuk sekolah.

Diawali dengan mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas, para guru terlihat mengarahkannya masuk ke dalam kelas dan mengatur tempat duduknya agar sesuai protokol kesehatan.

Andhika, siswa kelas 6 SDN Pekuncen, Kota Pasuruan terlihat ceria saat pertama masuk sekolah. Meski tempat duduknya diberikan jarak dengan teman-temannya dan harus menggunakan masker serta face shield, tapi ia tampak semangat saat mengikuti pembelajaran.

“Senang, bisa kembali sekolah bisa ketemu teman-teman,” kata Andhika.

Perasaan senang juga dirasakan oleh Diana Safa. Siswi kelas 6 ini mengatakan, sudah setahun lebih ia ingin masuk sekolah dan ketemu dengan teman-teman.

“Kangen, sudah lama nggak ketemu. Iya senang sekarang bisa kembali sekolah lagi,” tutur Diana.

Sementara itu, Asiyah, Kepala Sekolah SDN Pekuncen mengatakan, dengan 700 lebih murid, uji coba PTM ini diawali dengan 30 persen siswa-siswi yang masuk. Selain itu, jam pelajaran tiap kelas juga dibagi agar tidak menimbulkan kerumunan saat datang ke sekolah.

“Dibagi, jadi ada yang masuk jam 7, jam 8 dan jam 9, untuk mengurangi kerumunan,” lanjutnya.

Saifullah Yusuf saat memantau hari pertama Pembelajaran Tatap Muka di SDN Pekuncen Kota Pasuruan. Foto: A. Romadoni.

Saifullah Yusuf, Walikota Pasuruan yang juga melakukan pengecekan uji coba PTM di hari pertama mengatakan, hari pertama uji coba ini berjalan dengan lancar dan sudah sesuai dengan harapan. PTM tersebut diawali dengan durasi 2 jam pembelajaran.

“Jika sebulan ke depan situasi terkendali, tetap tertib, dan kelasnya memungkinkan, bisa jadi nanti kami evaluasi kita tingkatkan menjadi 50 persen,” singkat Gus Ipul. (don/may)

Simak videonya: