Pemuda Gangguan Jiwa Kabur Dari Shelter Dinsos

989

 

Kanigaran (wartabromo.com) – Seorang pemuda dengan gangguan jiwa, kabur dari Shelter Dinsos Kota Probolinggo. Informasi yang dihimpun, pemuda itu baru tiga hari mendiami salah satu sel di rumah penampungan sementara bagi gelandangan, ODGJ dan warga binaan yang terjaring razia Satpol PP itu.

Pemuda dengan gangguan jiwa yang kabur, diketahui bernama Muhammad Slamet (30). Slamet masuk ke shelter Dinsos di jalan Mastrip, sekitar tiga hari lalu. Alasan diamankannya pemuda itu, karena kerap mengamuk dan membahayakan warga sekitar tempat tinggalnya. Ia sebelumnya bermukim di Kampung Protol, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Ia kabur dengan merusak plafon atau langit-langit tempatnya dikurung. Sedangkan pintu sel, masih terkunci.

Baca Juga :   Edarkan Sabu, 2 Pemuda Pajarakan Diringkus Polisi

“Kejadiannya pagi tadi, sekitar setengah tujuh. Waktu itu saya sedang di dapur, memasak,” kata petugas jaga shelter Dinsos, Anang, Kamis (27/5/2021).

Pagi itu, Anang memang mendengar suara gaduh dari arah sel tempat Slamet dikurung. Begitu di cek, ternyata Slamet sudah berhasil keluar dari sel. Lalu kabur tanpa busana. Dengan membawa sebatang bambu. Karena takut, Anang pun membiarkan Slamet kabur. Ketimbang harus duel melawan pemuda dengan gangguan kejiwaan.

Tak pergi kemana, Slamet rupanya memilih pulang ke kediamannya, di Kampung Protol Kedungasem. Sementara itu, keterangan salah satu kerabat Slamet, kondisinya itu bermula sekitar 2017 silam. Ketika itu, dia sempat menikah. Namun rupanya biduk rumah tangga yang dijalani tak seindah cinta rama dan sinta.

Baca Juga :   Lepas Pengawasan, Balita Tergelincir dan Tenggelam di Sungai

Pernikahan Slamet hanya bertahan selama 6 bulan saja. Ia pun ditinggalkan oleh wanita pujaan hatinya itu. “Sejak saat itu sering mengamuk. Bahkan kedua orang tuanya pun meninggalkannya karena takut,” kata Busril, paman Slamet.

Ketika mengamuk, Slamet bertindak di luar kendali. Merusak segala macam barang yang ada di depannya. Mulai dari perabot rumah tangga, cendela sampai merusak instalasi listrik. Bahkan anak kecil pun, juga menjadi sasaran amukannya itu.

Pihak keluarga berharap, Slamet bisa sembuh. Namun tidak punya biaya untuk melakukan pengobatan. Karena sering mengamuk, keluarga sempat memasung pemuda yang hobi bola itu. Sampai akhirnya diserahkan pada Satpol PP, tiga hari lalu. (lai/saw)

Baca Juga :   Sehari, 23 Nakes di Pasuruan Positif Covid-19 hingga Tak Ada Lagi Simpati, Loop dan Kartu As | Koran Online 29 Juni

Simak videonya: