Termakan Hoaks, Lansia di Tiga Kecamatan Ini Takut Vaksin

627

Kanigaran (wartabromo.com) – Capaian vaksinasi pada lansia di tiga kecamatan di Kota Probolinggo, masuk kategori rendah. Rasa takut dan pola pikir masyarakat, menjadi salah satu alasan, rendahnya capaian vaksinasi pada lansia itu. Gegara banyak warga termakan hoaks bahaya vaksin covid19.

Sejak Februari 2021 lalu, proses vaksinasi sudah berjalan di lima kecamatan di Kota Probolinggo. Capaian vaksinasi pada lansia dengan capaian tertinggi, masih ditempati dua kecamatan saja. Yakni Mayangan dan Kanigaran. Sementara tiga kecamatan lainnya, Kedopok, Kademangan dan Wonoasih, masih sangat rendah.

Saat ini, dari 14.411 sasaran vaksin lansia, cakupan mencapai 4.030. Target vaksinasi ini harus rampung hingga Desember 2021 mendatang. “Capaian vaksinasi lansia di Wonoasih ini masih rendah. Hanya sekitar 43 persen,” sebut istri Wali Kota Probolinggo, Aminah Hadi Zainal Abidin ketika ditemui di Puskesmas Wonoasih, pada Rabu, 2 Juni 2021.

Sebagai Ketua TP PKK Kota Probolinggo, ia mengaku sangat perlu untuk menerjunkan kadernya. Agar ikut aktif memberikan edukasi pada masyarakat tentang pentingnya vaksin covid19 itu. Kader di tingkat kelurahan dan kecamatan Wonoasih diketahui sejumlah 143 orang. 82 di antaranya, sudah menerima vaksin. Sedangkan yang menjalani vaksin hari ini, ada 61 kader serta 21 pelaku UMKM.

“Saya mengecek langsung ke Puskesmas Wonoasih, karena tempo hari, tanggal 4 Mei saya sudah sosialisasi ke kader PKK. Karena hampir semuanya tidak mau divaksin. Jadi, saya kesini melihat komitmen mereka untuk mau vaksin,” kata Aminah.

Di Puskesmas Wonoasih, Aminah menyempatkan untuk menyapa dan mendengar langsung keluhan masyarakat soal vaksinasi covid19. Aminah berulang kali menegaskan pada masyarakat, agar tidak termakan hoaks dan berita bohong. Utamanya segala hal soal efek samping dari vaksin covid19.

“Jangan termakan hoaks ya, vaksin ini aman dan halal,” tegas wanita keturunan Arab itu.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinkes P2KB NH. Hidayati membenarkan, bahwa cakupan rendah di tiga wilayah selatan Kota Probolinggo itu. Ia mengatakan dikarenakan beberapa hal, seperti rasa takut dan pola pikir masyarakat.

“Untuk meningkatkan jumlah cakupan, salah satu upayanya melalui kader PKK. Yang juga menjadi sasaran vaksinasi. Dengan harapan mereka (kader PKK), memberikan contoh dan sosialisasi ke masyarakat. Agar yang awalnya takut jadi tidak takut,” kata wanita yang akrab disapa Ida itu.

Andil dari TP PKK Kota Probolinggo, dalam proses vaksinasi cukup signifikan. “Beliau merupakan tauladan, karena ikut merangkul masyarakat. Mudah-mudahan, target vaksinasi itu tercapai, sehingga mampu membentuk kekebalan komunitas dan mencegah penyebaran Covid-19,” tandas Ida.

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dengan memakai masker, tidak berkerumun dan membatasi aktivitas di luar rumah. Serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Juga dapat menggunakan hand sanitizer. Upaya ini diyakini dapat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. (lai/saw)