8 Jam di Atas Tower, Pria Ini Akhirnya Berhasil Diselamatkan

1187
Fendi berhasil dievakuasi setelah delapan jam di atas tower. Foto: Miftahul Ulum.

Pandaan (WartaBromo.com) – Setelah 8 jam berada di atas tower, pria autis yang nekat memanjat tower di Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan berhasil diselamatkan, Jumat (4/6/2021).

Proses evakuasi berlangsung tegang. Sejumlah petugas menyiapkan tali dan pengaman untuk mengevakuasi Frendi Andoko dari tower dengan ketinggian 72 meter.

Sekitar pukul 22.45, empat petugas dari BPBD Kabupaten Pasuruan mulai menaiki tangga. Sedangkan petugas dari Polsek dan Koramil Pandaan berjaga-jaga di bawah tower.

Petugas yang berada di tangga menuju puncak, terus berkoordinasi dengan keluarga untuk membujuk Frendi. Dari bawah, orang tua Frendi terus merayu melalui pengeras suara.

“Turun Frendi, ayo katanya ke Surabaya. Ayo pelan-pelan turun, katanya suruh jemput,” ujar Irwan Fendi membujuk anaknya.

Bujukan tersebut berhasil dan Frendi mau untuk turun. Petugas kemudian memasangkan pengaman pada tubuh Frendi dan perlahan menuruni tangga.

Selang 30 menit kemudian, petugas berhasil menapak tanah dan membawa Frendi dengan keadaan utuh. Keluarga Frendi segera membawanya masuk ke mobil untuk pulang.

Kapolsek Pandaan Kompol Marwan Ishery Purnomo mengaku lega lanyaran pria tersebut mau dibujuk turun.

“Upaya petugas dari BPBD Kabupaten Pasuruan untuk menyelamatkan pria ini membuahkan hasil. Syukur, akhirnya pemuda tersebut mau turun. Selanjutnya, kami serahkan sepenuhnya ke pihak keluarga,” ucapnya usai aksi penyelamatan.

Sebelumnya, diketahui seorang pria nekat menaiki tower Telkom di Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Jumat (4/6/2021) sore. Pria ini nekat naik tower setinggi 72 meter lantaran tidak dipenuhi keinginannya.

Pria nekat ini bernama Fendi Andoko. Warga Dusun Kwangen, Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan.

Pria berusia 34 tahun ini memanjat tower lantaran keinginannya untuk menginap di rumah salah satu tukang keluarganya mendapat penolakan dari ayahnya.

“Masalahnya kepingin menginap di rumah tukangnya, namun tidak boleh sama ayahnya. Akhirnya naik tower,” ungkap Marwan. (oel/asd)