Satpol PP Desak Siswa Pelaku Vandalisme di Tosari Minta Maaf

1985
Para siswa di Tosari, Muspika hingga aparat kepolisian mengecat ulang gapura dan jalanan yang sempat menjadi sasaran vandalisme sekumpulan pelajar SMK di Kota Pasuruan.

 

Tosari (WartaBromo.com) – Satpol PP Kabupaten Pasuruan meminta para pelajar yang mencoret-coret gapura-jalan di Kecamatan Tosari untuk meminta maaf dan bertanggungjawab.

Pasalnya, fasilitas umum tersebut menjadi ternodai oleh aksi sejumlah pelajar SMK merayakan kelulusan dengan coret-coret gapura selamat datang Kecamatan Tosari dan badan jalan Tosari-Puspo, Selasa (8/6/2021).

Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana menyatakan, bakal mencari nama-nama pelajar yang mencoret-coret gapura dan jalan tersebut. Melalui petunjuk tulisan sekolah yang ditorehkan.

“Begitu viral di medsos, sudah kami koordinasikan SMA-SMA yang ada seperti tertulis di gapura, ada SMKN 2 dan sebagainya. Sudah kami koordinasikan dan ikut bertanggungjawab juga melakukan pengecatan dan pembersihan. Tapi jelasnya nama-nama pelajarnya belum tahu juga, prioritas pertama pembersihan dan pengecatan dulu,” terang Bakti, Rabu (9/6/2021).

Ditambahkan Bakti, para pelajar tersebut akan diberikan pembinaan yang akan dibahas lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan terkait dan lembaga pendidikan. Pihaknya kini berfokus menangani kerusakan terhadap gapura dan jalan tersebut.

“Tadi sekitar pukul 10.45 (9/6), sudah dibersihkan dan dicat kembali bersama Muspika dan anggota Satpol PP. Intinya sudah bersih dan rapi,” imbuhnya.

Supaya hal ini tidak terulang kembali, Satpol PP berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Tosari mengingatkan lembaga-lembaga pendidikan terkait untuk melakukan pembinaan terhadap siswa-siswanya. Sekaligus kepada Kepala Cabang Pendidikan Jawa Timur di Kabupaten Pasuruan.

“Jadi semua sama-sama bertanggungjawab. Prinsipnya, sebagai pelajar yang bertanggungjawab harus mohon maaf terbuka karena sudah melakukan vandalisme,” jelasnya.

Terkait sanksi bagi para pelajar, Bakti menegaskan para pelajar tersebut diminta untuk meminta maaf kepada masyarakat. Lantaran masih pelajar, Bakti menyerahkan sanksi lebih lanjut kepada lembaga pendidikan yang menaungi para pelajar tersebut dan orang tua masing-masing.

“Karena ijazah belum dikasihkan, misal belum dikasihkan yang bandel-bandel dibina dulu, di sana kan sudah dibersihkan, suruh menanam pohon dulu artinya ada pembelajaran. Ini nanti kami koordinasikan lagi. Dan sebenarnya yang paling berwenang dalam konteks ini kan dinas pendidikan,” tandasnya.

Usai dicat dan dibersihkan oleh petugas dan sejumlah siswa SMK, gapura selamat datang tersebut sudah kembalo cantik seperti semula berwarna abu-abu. Badan jalan yang sebelumnya juga penuh coretan juga bersih seperti semula. (oel/asd)