Toko Sandal Ludes Dilalap Jago Merah

976

Besuk (WartaBromo) – Sebuah toko sandal di Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo ludes dilalap si jago merah pada Rabu, 9 Juni 2021. Meski ludes dan rata dengan tanah, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Kebakaran itu menimpa toko milik Amirus Zurul, warga setempat. Kobaran api menurut warga, diduga muncul sekitar pukul 02.00 WIB. Hanya saja api belum besar dan terlihat asap tebal keluar dari atap toko yang berjualan sandal, topi dan sepatu itu. Namun, saat itu warga yang melintas di jalan raya Besuk, belum melihat kobaran api.

Api membesar dan membakar bangunan dengan ukuran 5X6 meter itu, sekitar pukul 05.30 WIB. Warga sekitar sudah banyak beraktivitas, kemudian bergotong royong memadamkan api. Ada yang mengambil air dari pompa air di SDN Besuk Agung yang berada diseberang lokasi. Ada juga yang mengambil pasir dan dilemparkan ke kobaran api.

“Jadi warga langsung gotong royong. Ada yang ngambil di sungai ada juga yang ngambil di sekolah karena memang dekat lokasinya dengan SDN Besuk Agung. Alhamdulillah saat kebakaran kondisi toko sepi,” tutur Moh Imron, warga sekitar.

Warga juga berusaha melokalisir kobaran api agar tak merembet ke bangunan di kiri-kanannya. Di sebelah kanan ada kantor Ranting NU Desa Besuk Agung, sedangkan disebelah kanan ada toko plus warung bakso milik Suhawi.

“Sampai sedikit merembet ke toko sebelahnya, hanya saja semua isi toko hangus tak tersisa, apalagi pemiliknya baru saja kulakan,” sebut Imron sambil menyingkirkan puing-puing sisa kebakaran.

Anggota Polsek Besuk kemudian melakukan penyelidikan seusai api padam. “Kalau dari keterangan saksi dan olah TKP, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik, karena menurut informasi warga sekitar, setiap kali toko tutup kadang pemiliknya lupa mematikan kipas angin saat mau pulang,” ungkap Kanitreskrim Polsek Besuk, Bripka Dadang D.A Wijaya.

Kebakaran tersebut tak sampai menimbulkan korban jiwa. Pemilik toko hanya semaput saat melihat tokonya terbakar. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 15 juta. (cho/saw)