Cak Thoriq “Curhat” Jalan Rusak ke Kementerian PUPR

674
Bupati Lumajang koordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional Kementerian PUPR. Foto: Kominfo Lumajang.

Lumajang (WartaBromo.com) – Bupati Lumajang melakukan audiensi jalan rusak ke Balai Besar Jalan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jalan tersebut merupakan jalur truk pasir.

Thoriqul Haq, Bupati Lumajang mengatakan, Ia meminta waktu koordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional, terkait beberapa jalan rusak di Lumajang. Jalan ini kerap dikeluhkan warga karena kondisinya rusak dan berbahaya bagi pengendara.

“Saya sampaikan beberapa jalan nasional yang mengalami kerusakan berat ada di Candipuro, Pasirian, Tempeh, Jalan Pelita, yang harus segera ada penanganan perbaikan,” katanya dalam keterangan tertulis.

Jalan rusak ini merupakan jalur truk pasir. Ada yang aspalnya telah mengelupas, bergelombang hingga berlubang. Tentu membahayakan pengguna jalan.

“Salah satu persoalan mendasar adalah tonase kendaraan truk pasir yang melebihi kapasitas, apalagi banyak truk fuso dengan kekuatan 50 hingga 55 ton yang melintas setiap hari,” lanjut Cak Thoriq, sapaan akrabnya.


Ditambah lagi apabila kondisi sedang hujan, maka jalan tergenang air. Akibatnya kerusakan juga semakin bertambah parah.

Orang nomor 1 di Lumajang ini mengungkapkan, koordinasi ini berada di tahapan telaah desain perbaikan dan pengajuan pembiayaan melalui APBN. Biaya yang harus dikeluarkan disebut tidak sedikit.

“Pilihannya diperbaiki atau rekonstruksi. Apabila diperbaiki, hanya bisa bertahan 4 sampai 6 bulan, tentu dengan keadaan lalu lintas yang sangat berat,” tambahnya.

Namun, Cak Thoriq berharap jalan ini bisa direkontruksi. Meski pertimbangannya yakni anggaran yang cukup besar, dengan hasil yang lebih baik. 

“Saya berharap ada percepatan perbaikan khususnya di beberapa titik kerusakan jalan yang sudah sangat parah,” tegasnya.

Terakhir, Cak Thoriq menyampaikan saat ini Balai Jalan Nasional sedang memprioritaskan pelebaran jalan nasional di Klakah dan Ranuyoso. Sebab jalan ini seringkali menimbulkan kemacetan karena banyaknya kendaraan melintas, tapi jalannya sempit. (may/ono)