Pantai Bahak Digelontor Rp8 Miliar

633

 

Tongas (WartaBromo) – Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus membenahi fasilitas Pantai Bahak di Kecamatan Tongas. Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp8 miliar dikucurkan untuk mendukung destinasi wisata penunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS) tersebut.

“Betul tahun ini, kami mandapat sokongan dana dari APBN untuk mengembangkan Pantai Bahak. Dengan harapan ada peningkatan kunjungan wisatawan ke sana, setelah fasilitas-fasilitas pendukung kita benahi,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto kepada wartabromo.com, Sabtu, 12 Juni 2021.

Dari penelusuran wartabromo.com di LPSE Kabupaten Probolinggo, proyek pembangunan Pantai Bahak dalam tahap tender. Proyek itu dipecah menjadi beberapa item paket pekerjaan. Seperti pembangunan gazebo, pembangunan parkir, pembangunan jalan dan pembangun menara pandang. Ada juga pembangunan talud, tempat ibadah, toilet dan lain sebagainya.

“Sesuai dengan petunjuk teknis dari Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), penggunaan dana alokasi khusus itu, memang lebih pada pembangunan fasilitas penunjang, ya seperti toilet, tempat ibadah dan lainnya,” sambung Musa, selalu Kasi Destinasi Wisata.

Ia mengatakan kucuran DAK ke Pantai Bahak bukanlah yang pertamakali. Di tahun lalu, pantai yang membentang di dua desa itu, yakni Desa Dungun dan Curahtulis, juga kecipratan. Tahun lalu senilai Rp5 miliar dengan lokasi proyek di Desa Curahtulis. Untuk tahun ini, fokusnya di Desa Dungun.

“Sebenarnya proyek di kementerian yang digelontorkan ke daerah, harusnya selesai dalam satu tahun. Tapi karena Pantai Bahak luas dan butuh banyak pembenahan infrastruktur, maka dilanjutkan tahun ini. Tahun lalu nilainya lebih kecil karena dikepras untuk Covid,” sebut Musa.

Pembenahan infrastruktur di Pantai Bahak diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Probolinggo, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Dimana destinasi wisata itu, merupakan penunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS). Dengan pesatnya pertumbuhan wisata juga diharapkan berimbas pada perekonomian warga sekitar. (lai/saw)