Sebelum Wafat, Kiai Nawawi Alami Migrain dan Sakit Lambung

1097

 

Bangil (WartaBromo.com) – Wafatnya Kiai Nawawi Abdul Djalil, pengasuh pondok pesantren Sidogiri meninggalkan duka mendalam bagi ummat Terutama santri, alumni dan warga Nahdliyyin.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengungkapkan kesedihannya kehilangan kiai kharismatik ini. Sepengetahuan bupati, sebelum mengembuskan napas terakhir, Kiai Nawawi mengalami sakit migrain.

“Beliau umurnya sudah sepuh, 73 tahun. Sakit migrain,” ucap Gus Irsyad, saat berada di RSUD Bangil, Minggu (13/6/2021).

Katib Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan KH. Muhibbul Aman mengungkapkan, sebelum wafat, Kiai Nawawi mengluhkan sakit lambung.

“Keluhannya sakit lambung,” ungkapnya dalam kesempatan mengawal jenazah Kiai Nawawi di RSUD Bangil.

Dia menambahkan, sebelum wafat di RSUD Bangil, Kiai Nawawi sempat dirawat di RS Lavalette Malang selama kurang lebih 4 hari. Sampai akhirnya, Kiai Nawawi dipindahkan ke RSUD Bangil.

“Wafatnya di RSUD Bangil, sekitar pukul 16.40. Sempat dirawat di RS Lavalette, dipindah ke RSUD Bangil kemarin (12/6) sekitar jam 10 malam,” sambungnya.

Guna mengantisipasi membludaknya peziarah, bupati mengimbau agar santri, alumni, dan simpatisan agar tidak berziarah langsung ke ponpes Sidogiri. Dengan tujuan, agar tidak terjadi kerumunan dan proses pemakaman berjalan dengan khidmah dan lancar.

“Dandim, Kapolres, sudah melakukan penjagaan di Sidogiri. Kami sudah koordinasi dengan pihak keluarga, kami dari pemda dan forkompimda memfasilitasi pemakaman dilaksanakan dengan khidmah. Di maklumat atau pemberitahuan dan keluarga sudah jelas. Melarang datang ke ponpes,” beber Irsyad.

Bahkan, beberapa kepala daerah juga menghubungi Irsyad untuk datang berziarah. Namun tidak diperbolehkannya.

“Bupati-bupati ngontak saya, ingin berziarah tidak saya perbolehkan, santri saja tidak boleh apalagi pejabat,” imbuhnya.

Kendati demikian, Irsyad memahami antusiasme santri, alumni dan simpatisan yang ingin berziarah dan mendoakan Kiai Nawawi. Untuk itu, masyarakat bisa mendoakan dan melakukan sholat ghoib di tempat masing-masing.

“Bisa shalat gaib dan mendoakan dari rumah masing-masing,” tandasnya.

Terpisah, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan Kiai Imron Mutamakkin mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada MWC-MWC NU agar melaksanakan sholat ghoib di musala dan masjid terdekat.

“Kami sudah koordinasi dengan IASS (Ikatan Alumni Santri Sidogiri), untuk melaksanakan salat gaib di musala dan masjid, besok pukul 7 pagi. Agar tidak terjadi kerumunan,” imbaunya. (oel/asd)