Klaster Hajatan Muncul di Lumajang, Kasus Covid-19 Meningkat

1247

Lumajang (WartaBromo.com) – Kabupaten Lumajang kembali mengalami peningkatan jumlah kasus Covid-19 sejak beberapa hari terakhir. Adanya klaster hajatan dan Pekerja Migran Indonesia yang baru datang menjadi sebab melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Lumajang, akumulasi konfirmasi positif ada 3.088 warga, dan berstatus aktif 22 orang. Rinciannya 19 orang isolasi di rumah, kemudian 3 orang dirawat di Rumah Sakit.

Sementara untuk kasus suspect dalam pengawasan, ada 34 warga. Rinciannya 29 orang isolasi di rumah, dan 5 orang dirawat di RS,

“Itu sebagian besar dari kluster hajatan. Jadi orang sebagian dari Sumber Urip dan Oro oro Ombo pergi ke Sidoarjo untuk hajatan, pulangnya banyak yang sakit, kemudian dilakukan tes antigen dan PCR, hasilnya sebagian orang positif,” terang Kepala Dinkes Kabupaten Lumajang, dr. Bayu saat dikonfirmasi, Kamis (17/6).

Dr. Bayu menjelaskan, untuk orang yang hasil tes PCRnya positif akan dilakukan isolasi. Sementara untuk yang negatif tetap dilakukan pemantauan oleh pihak Satgas Covid-19 setempat. 

Pada kasus Covid-19 klaster hajatan tersebut, isolasi dilakukan di dua tempat. Untuk yang terdapat gejala dilakukan isolasi dan perawatan di RSUD dr. Haryoto. Sementara yang tidak ada gejala dilakukan isolasi di Wisma BKD Kabupaten Lumajang.

Selain itu, dr. Bayu menyebut kedatangan PMI dari luar negeri juga berpotensi pada penularan Covid-19. Ada tiga daerah yang saat ini sedang dalam pantauan akibat muncul klaster baru dari PMI.

“PMI itu ada pengaruhnya, ada cluster PMI di Randuangung, di Senduro, dan di Labruk. Jadi kedatangan PMI itu berpotensi ada penularan,” terangnya.

Saat ini, Satgas Covid-19 yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri terus melakukan sosialisasi protokol kesehatan melalui berbagai kesempatan. Dokter Bayu menyebut, tidak menutup kemungkinan akan ada klaster baru penularan Covid-19, melihat kondisi beberapa wilayah di Indonesia mengalami peningkatan signifikan kasus Covid-19. (rul/may)