Ratusan Juta Digelontorkan Pemkab Pasuruan untuk Perbaiki 95 Rumah dan 9 Fasum yang Rusak Akibat Gempa

722
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf saat menyerahkan bantuan secara simbolis untuk memperbaiki bangunan yang rusak akibat gempa Malang. Foto: Miftahul Ulum.

Puspo (WartaBromo.com) – Sebanyak 95 rumah dan 9 fasilitas umum di Kabupaten Pasuruan rusak akibat gempa Malang dan Blitar beberapa waktu lalu. Uang ratusan juta digelontorkan pemerintah setempat untuk membantu perbaikan.

“Ini bantuan stimulan yang sudah kami rencanakan dan siapkan melalui dana BTT,” kata Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf usai penyerahan bantuan di Desa Pusung Malang, Kecamatan Puspo, Sabtu (19/6/2021).

Bantuan berupa uang tersebut ditransfer ke rekening masing-masing penerima. Total, sebanyak Rp 467 juta, diberikan kepada 90 lebih KK yang rumahnya rusak akibat bencana gempa beberapa waktu lalu.

“Memang tindak lanjutnya setelah dinas teknis melakukan asesmen, sehingga masing-masing keluarga mendapat bantuan yang berbeda-beda. Ada 90 kurang lebih KK di 3 kecamatan, Tutur Lumbang, Puspo, yang memang lebih banyak dampak gempanya di Desa Pusung Malang,” bebernya.

Sebagian korban gempa mendapat Rp 15 juta, sebagian lagi mendapat Rp 13 juta. Tergantung tingkat kerusakan yang dialami.

“Masing-masing rumah sudah kami hitung, sesuai dengan kebutuhan. Dan sifatnya ini stimulan tidak bisa memberikan bantuan penuh,” jelasnya.

Bantuan ratusan juta tersebut belum termasuk untuk pemugaran fasilitas umum. Salah satunya adalah masjid di Desa Pusung Malang yang mengalami kerusakan cukup parah.

Dindingnya sebagian berlubang dan meninggalkan retak-retak panjang. Sehingga tidak bisa dipugar sebagian.

“Karena masjid ini (masjid desa Pusung Mapang), oleh takmir masjid akan dibongkar, karena tidak memungkinkan lagi direnovasi, sehingga harus diperbaiki keseluruhan. Nanti kami akan beri dukungan melalui Kesra, mungkin di tahun depan,” imbuhnya.

Terpisah, Mujangki, Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan mengungkapkan, sebelum diberikan bantuan perbaikan rumah, terdapat 5 warga yang tidur di bawah tenda darurat.

Dikatakan Mujangki, mereka sempat tidur di bawah tenda lantaran rumahnya sudah tidak laik untuk dihuni. Apalagi, dikhawatirkan terjadi gempa susulan.

“Kemarin sempat ada 5 orang yang tidur di bawah tenda kurang lebih selama seminggu. Itu sementara, saat rumah mereka belum diperbaiki. Setelah itu diperbaiki secara gotong royong,” ujar Mujangki, anggota dewan asal Desa Pusung Malang.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 5,9 Magnitudo yang berpusat di Selatan Kabupaten Blitar terasa sampai Kabupaten Pasuruan, Jumat (21/5/2021) malam. Puluhan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 6,7 SR yang terjadi pada 10 April 2021 di Barat Daya Malang menyebabkan kerusakan sejumlah rumah dan fasilitas umum di Kabupaten Pasuruan. Sehingga, ketika terjadi gempa pada Mei lalu, semakin memperparah kerusakan. (oel/asd)