Kluster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

1194
TETAP BEROBAT SAJA: RSUD Bangil saat dipotret dari atas.Rumah sakit ini terus memberikan edukasi agar masyarakat dan pasien tidak takut berobat.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menilai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pasuruan sangat mengkhawatirkan. Kluster keluarga disebut menjadi kluster penyebaran yang terbesar.

“Kebanyakan kluster keluarga, maka yang hajatan-hajatan saya mohon lebih waspada lagi,” ungkap Irsyad, dalam suatu kesempatan di Desa Pusung Malang, Sabtu (19/6/2021).

Selain kluster keluarga, kunjungan-kunjungan dari luar kota juga menjadi faktor penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pasuruan. “Kluster ziaroh juga mendominasi di situ,” imbuhnya.

Ditambahkan Irsyad, Kabupaten Pasuruan termasuk dalam zona oranye penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. Sehingga, sejumlah kegiatan dibatasi termasuk tempat-tempat wisata.

“Kita zona orange sekarang, zona orange itu berarti ada sekian persen tidak penuh, termasuk rumah makan, tempat wisata, akan segera kita evaluasi,” urainya.

Dikutip dari akun media sosial Pemkab Pasuruan, per tanggal 19 Juni 2021 pukul 14.00, terdapat penambahan 18 kasus konfirmasi Covid-19. Di hari itu juga, 7 orang sembuh, dan 2 orang meninggal.

Di hari sebelumnya, penambahan kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 16 kasus. Sebanyak 6 orang sembuh, dan 2 orang meninggal.

Terlihat tren peningkatan kasus dari hari ke hari. Irsyad menyebut situasi demikian sudah mengkhawatirkan.

“Saya sampaikan bahwa kondisi Covid di Pasuruan sudah sangat mengkhawatirkan. Saya akan ambil langkah cepat terutama dalam mengantisipasi, salah satunya dengan menambah ruang isolasi atau ruang rawat, kami tambah 8, tentu juga kesiapan nakesnya dan ruangnya,” bebernya.

Untuk itu, Irsyad mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Sekaligus waspada terhadap penyebaran Covid-19.

“Saya pesan kepada seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada. Karena di fase kedua ini mungkin akan lebih banyak lagi. Kami tidak bisa menyelesaikan sendiri tanpa dukungan dari masyarakat,” tandasnya.

Terpisah, Direktur RSUD Bangil dr. Arma Rosalina mengungkapkan, per tanggal 20 Juni 2021, bed rawat sudah terisi oleh 70 pasien Covid-19. Dengan kondisi pasien rata-rata sudah kritis.

“Pasien Covid yang ada di RSUD Bangil, sebagian besar kondisi berat dan kritis. Sampai pagi ini, jumlah total 70 pasien,” ungkap Arma.

Sementara Bed Occupancy Ratio (BOR) di RSUD Bangil sudah sesak. Diuraikan Arma, BOR ruang isolasi mencapai 72 persen, BOR ruang ICU/HCU Covid 100 persen.

Untuk itu, pihaknya segera menambah kapasistas bed untuk pasien Covid-19. “RSUD Bangil akan menambah kapasitas HCU Covid 8 bed dengan target operasional paling lambat 22 Juni 2021,” tandasnya. (oel/asd)