Tengah Tahun, Capaian PAD Pariwisata Tak Sampai 10 Persen dari Target

579
Objek wisata Banyubiru yang tak bisa berkontribusi pada PAD lantaran tak kunjung dibuka. Foto: Miftahul Ulum.

 

Bangil (WartaBromo.com) – Memasuki akhir sementer 1 tahun 2021, capaian pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Pasuruan dari sektor wisata anjlok.

Dengan target PAD sebesar Rp 750 juta, pendapatan dari tiga lokasi wisata pemkab hanya berkisar Rp 50 juta pada semester pertama tahun ini. Angka itu bahkan tak sampai 10 persen dari target.

“Ada tiga wisata milik Pemkab Pasuruan yaitu, Banyubiru, Ranu Grati dan Wisata Tosari – Bromo yang menjadi sumber PAD bagi daerah. Untuk  target pendapatan tahun 2021 dipatok Rp 750 juta. Tapi, sampai semester I ini sementara baru tercapai Rp 50 juta,” jelas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati, Minggu (13/6/2021).

Eka membeberkan, rendahnya PAD bukan karena fasilitas wisata di tiga lokasi tersebut yang kurang menarik. Melainkan, karena terimbas pandemi Covid-19 sehingga capaian PAD dari sektor wisata masih rendah.

Menyusul dengan adanya kebijakan pembatasan jumlah kunjungan di tempat wisata. Di mana setiap tempat wisata dibatasi kapasitas pengunjungnya sebesar 50 persen.

Selain itu, kata Eka, ada kebijakan pemerintah yang menutup tempat wisata untuk mencegah penyebaran covid-19. “Sektor pariwisata paling merasakan dampak dari pandemi. Karena adanya pembatasan kunjungan wisatawan,” sambungnya.

Tak hanya karena pandemi, pemandian alam Banyubiru yang belum buka juga berdampak pada rendahnya pendapatan. “Banyubiru masih belum buka karena penataan, sehingga juga berdampak pada rendahnya PAD,” ungkapnya.

Apalagi, dua objek wisata lainnya tidak bisa maksimal pengelolaannya.

“Kalau Bromo kita hanya dapat sepersekian persennya saja dan pengelolaan ada pada TNBTS. Sementara Danau Ranu kita hanya mengelola pintu di sisi utara saja,” bebernya.

Oleh sebab itu, guna menggerakkan kembali sektor pariwisata, disparbud menggandeng pihak PHRI. Dengan gencar melaksanakan promosi agar wisatawan kembali datang ke Kabupaten Pasuruan. (oel/asd)