Tahun ini, TNBTS Target PNBP 20 Miliar

444

Malang (WartaBromo) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) optimis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) naik pada tahun ini. Inovasi dan penambahan spot baru, diyakini mampu meraup Rp 20.967.900.000.

Langkah itu sangat berani, mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Apalagi jika berkaca pada 2020 lalu, dimana jumlah pendapatan negara yang bersumber dari aktivitas di kawasan TNBTS sebesar Rp 6.418.797.000 dari target sekitar Rp 20,9 miliar. Kurang sekitar 14,5 miliar dari target awal.

“Target kami sekitar 20 miliar, kami optimis penerimaan itu dapat dicapai,” kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas pada BBTNBTS, Syarif Hidayat kepada wartabromo.com ketika dikonfirmasi melalui sambungan selulernya.

Keyakinan itu, kata Syarif, didukung dengan adanya spot obyek wisata yang dikembangkan di sekitar kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS). Seperti Taman Edelweis di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Setelah dibenahi pada 2020, taman tersebut akan dibuka ulang.

“Sebenarnya sudah dibuka, cuma nanti grand opening-nya direncanakan pada Agustus, sehingga menjadi destinasi tambahan,” sebut ia.

Kemudian ada rencana pembangunan jembatan kaca di Seruni Poin Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Jembatan kaca itu, dijadwalkan dibangun tahun ini oleh PUPR.

“Destinasi lainnya, yakni di Ranu Pani ada Bantengan yang mendapat support dari Kabupaten Lumajang untuk direnovasi,” ungkap Syarif.

Ia mengatakan selama pandemi Covid-19, pihaknya tetap menerapkan SOP sesuai protokol kesehatan. Dimana pengunjung diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak selama menikmati keindahan alam BTS. Termasuk juga pengurangan kapasitas atau kuota pengunjung di sejumlah spot wisata.

“Untuk aktivasi, kami tetap berpatokan pada SOP yang sudah dibuat. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah di 4 wilayah, pelaku wisata dan lainnya. Hal itu untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Pada tahun 2020, jumlah pendapatan negara yang bersumber dari aktivitas di kawasan TNBTS sebesar Rp 6.418.797.000. Capaian itu, dipengaruhi oleh penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan BTS. Tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 193.733 orang dan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 2.658 orang.

Jika dibandingkan 4 tahun sebelumnya, jumlah itu turun drastis. Pada 2016, PNBP sebesar Rp 18.120.987.218. Waktu itu, jumlah kunjungan wisnus sebanyak 424.391 orang dan wisman sebanyak 30.409 orang.

Pada tahun 2017, jumlah wisnus sebanyak 623.895 orang dan wisman sebanyak 23.568 orang. Pendapatan negara yang berhasil diraup senilai Rp 21.998.787.714. Kemudian, pada tahun 2018 naik menjadi Rp 26.179.112.649. Adapun jumlah wisnus sebanyak 800.130 orang dan wisman sebanyak 25.076 orang.

Selanjutnya, pada tahun 2019, jumlah wisnus sebanyak 699.021 orang dan wisman sebanyak 22.061 orang. Pendapatan tahun tersebut turun dibandingkan tahun 20218, yakni Rp 22.859.776.986. (saw/saw)