BPCB Trowulan Lakukan Penggalian di Situs Kuno Sapikerep

1675

 

Sukapura (wartabromo.com) – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto, lakukan penggalian di situs kuno Sapikerep, Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Ini dilakukan sebagai tindak lanjut temuan warga, berupa struktur persegi panjang di kebun stroberi beberapa waktu lalu.

Penggalian dilakukan oleh tujuh awak dari BPCB Mojokerto dengan jangka waktu sekitar lima hari. “Saat ini sudah memasuki penggalian hari ke empat. Kami coba perluas area pencarian,” kata Nurmala, Arkeolog BPCB Mojokerto, di lokasi, Jumat (25/6/2021).

Upaya penggalian itu, merupakan tindak lanjut dari laporan warga desa setempat, berupa temuan struktur batu persegi panjang. Lokasinya di tengah area wisata kebun stroberi yang dikelola Bumdes Sapikerep.

Baca Juga :   Viral Video Pasangan Mesum di Wisata Danau Ranu Grati hingga Ada Sesar Aktif di Pasuruan hingga Probolinggo, Peneliti ITS Ingatkan Potensi Gempa | Koran Online 20 Jan

“Sebelumnya, di sebelah timur lokasi ini ada penemuan prasasti tembaga. Merujuk pada angka 851 Saka, jika dikomparasikan ke masehi, itu masuk masa Mpu Sindok,” jelasnya.

Karena itu, area penggalian diperluas sekitar 10 meter dari titik awal penemuan struktur batuan yang ditemukan warga. Target penggalian itu sendiri, ditemukannya benda peninggalan sejarah yang berasosiasi dengan temuan-temuan sebelumnya. Berdasarkan konteks ruang dan kedekatan jarak.

Selain ada sejarah temuan sebelumnya, tim berharap ada benda peninggalan lain yang bisa ditemukan, melalui penggalian ini. Penggalian saat ini, masih dibiayai oleh BPCB. Dengan biaya yang minim dan terbatas waktu.

Ke depan, BPCB akan koordinasi dengan Pemkab Probolinggo. Utamanya soal pendanaan penggalian itu. Sehingga bisa mengungkap jejak sejarah masa lalu di lokasi tersebut.

Baca Juga :   Cetak Wartawan Berintegritas, PWI Probolinggo Gelar UKW di Tengah Pandemi

Berdasar pendekatan wilayah, Sapikerep di lereng Tengger, cukup kuat dan berpotensi adanya peninggalan masa lalu. Lantaran kawasan pegunungan, dari sisi kepercayaan animisme dan dinamisme, dianggap sebagai tempat para dewa atau dikeramatkan. Begitu pula pada agama Hindu. Diperkuat dengan temuan sebelumnya, berupa lempeng prasasti tembaga bertuliskan Jawa kuno. (lai/saw)