Anggaran Penanganan Covid-19 di Kota Pasuruan Menipis

963

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kondisi anggaran penanganan Covid-19 di Kota Pasuruan saat ini makin menipis. Pemkot bakal membuka sejumlah opsi untuk mengatasi hal tersebut.

Pemkot Pasuruan diketahui sebelumnya telah menganggarkan penanganan Covid-19 yang bersumber dari APBD sebesar Rp80 miliar, yang diperuntukkan mulai masalah kesehatan, jaring pengaman sosial, hingga pemulihan ekonomi.

Sebagian besar anggaran itu diperuntukkan untuk penanganan kesehatan sebesar Rp51,2 miliar. Anggaran tersebut dibagi dua untuk di RSUD Dr. R. Soedarsono dan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan.

Kemudian anggaran untuk pemulihan ekonomi sebesar Rp5,6 miliar dan untuk jaring pengaman sosial sebesar Rp18,3 miliar. Sisanya ialah untuk pengamanan dan sosialiasasi.

Sebelum ini pemkot juga telah melakukan refocussing anggaran dari dana alokasi umum (DAU). Dari refocussing DAU ini, terkumpul dana sebesar Rp32 miliar.

Refocussing ini dilakukan dengan asumsi normal, yakni di mana pada saat itu kasus Covid-19 sudah turun dan Kota Pasuruan hampir memasuki zona hijau. Namun melihat lonjakan kasus yang terjadi belakangan, anggaran tersebut diperkirakan tidak mencukupi.

Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, anggaran pemkot untuk penanganan Covid-19 terus berkurang dan makin menipis untuk keperluan obat-obatan dan lain sebagainya.

“Kita sedang hitung terus dan makin menipis lebih-lebih dalam lonjakan dua minggu terakhir. Kita juga akan menambah tempat karantina dengan menyewa hotel,” kata Gus Ipul.

Untuk itu pemkot perlu mencari pembiayaan alternatif untuk penanganan Covid-19. Menurut Gus Ipul, ada tiga opsi yang dipilih, yakni pertama refocussing anggaran kedua. Kemudian yang kedua, pemkot bakal mengajukan bantuan ke Pemprov Jatim.

“Yang ketiga, kita membuka donasi bagi masyarakat yang mau peduli terhadap penanganan Covid-19,” imbuh Gus Ipul. (tof/may)