PAD Kota Pasuruan Naik meski Dihajar Pandemi Tahun Lalu

1248

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pasuruan pada tahun 2020 terealisasi sebesar Rp145 miliar. Realisasi PAD tahun 2020 melebihi dari yang direncanakan.

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam rapat paripurna I dengan agenda pengantar nota keuangan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban APBD Kota Pasuruan tahun anggaran 2020 di Gedung DPRD Kota Pasuruan, Senin (05/06/2021).

Dalam paparannya, Gus Ipul menyampaikan pendapatan daerah Kota Pasuruan tahun 2020, terealisasi Rp809 miliar. Angka itu lebih tinggi dari rencana semula yang dianggarkan sebesar Rp777 miliar.

Pendapatan daerah itu berasal dari PAD, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Baca Juga :   Tempat Karantina Mal Poncol Belum Final, Teno: Akan Kita Kaji

Sebagai catatan, tahun lalu, PAD Kota Pasuruan terealisasi Rp145 miliar. “Atau 106,14 persen dari yang direncanakan sebesar Rp136 miliar,” kata Gus Ipul.

PAD berasal dari beberapa hal di antaranya pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Kemudian untuk dana perimbangan tahun 2020 terealisasi sebesar Rp559 miliar. Sedikit lebih kecil dari yang direncanakan sebesar Rp568 miliar. Lalu lain-lain pendapatan yang sah terealisasi Rp105 miliar atau 144,47 persen dari yang direncanakan sebesar Rp72 miliar.

Lain-lain pendapatan yang sah ini terdiri dari pendapatan hibah, dana bagi hasil pajak dari provinsi/pemerintah daerah lainnya. Kemudian, bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya.

Baca Juga :   Dinkes Kota Pasuruan Galang Donor Darah

Sebagaimana diketahui, selain pendapatan daerah, APBD terdiri dari belanja daerah dan pembiayaan daerah. Gus Ipul mengatakan, realisasi total belanja daerah sebesar Rp824 miliar atau 78,93 persen dari yang direncanakan sebesar Rp1 triliun.

Sementara itu penerimaan pembiayaan daerah terealisasi sebesar Rp234 miliar dari yang direncanakan sebesar Rp268 miliar. Pengeluaran pembiayaan daerah terealisasi sebesae Rp5 miliar atau 337,34 persen dari yang direncanakan sebesar Rp1,5 miliar.

“SILPA tahun berkenaan sebesar Rp222 miliar,” ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut. (tof/asd)