Apa yang Dirasakan Orang Saat Mati Suri?

1225

 

Pasuruan (wartabromo.com) – Mati suri masih menjadi misteri bagi banyak orang. Pertanyaan tentang apakah mati suri benar adanya, bahkan masih sering diutarakan.

Dilansir dari hellosehat, dalam dunia medis mati suri adalah suatu fenomena ketika seseorang dinyatakan meninggal dunia lalu hidup kembali. Pada fenomena mati suri, dokter menyatakan, pasien telah tidak ada tanda-tanda kehidupan dan orang tersebut telah dinyatakan meninggal dunia.

“Mati suri dapat disebut juga dengan near death experience (NDE). Serta, sering digambarkan sebagai perasaan bahwa jiwa seseorang telah meninggalkan raganya, dilanjutkan dengan pengalaman melewati terowongan gelap dengan cahaya di ujung terowongan, dan pergi ke dimensi di mana seseorang merasakan perasaan hangat, nyaman dan dicintai,” tulis asisten dokter, dr. Angga Maulana.

Tak hanya itu, ia juga menuliskan beberapa hal yang dirasakan seseorang saat mengalami mati suri. Apa saja?

1. Merasa Meninggal Sungguhan

Perasaan telah mati sering dilaporkan oleh orang yang mengalami mati suri. Perasaan ini juga dialami oleh mereka yang menderita sindrom cotard.

hal ini diasosikan dengan adanya gangguan otak di bagian korteks parietal dan prefrontal, dan umumnya menghilang setelah beberapa hari. Meski begitu, belum diketahui kenapa seseorang bisa mengalami perasaan telah mati.

Penjelasan logisnya adalah mungkin ini hanya sebuah usaha pasien untuk memahami pengalaman aneh yang dialami.

2. Berinteraksi dengan Orang Mati

Dalam berbagai agama dan cerita dari mulut-mulut, banyak yang menyatakan bahwa saat seseorang mengalami kematian, maka akan dikelilingi oleh orang mati dan malaikat. Ternyata, hal ini turut mempengaruhi pengalaman orang saat mati suri.

Meski sebenarnya, dalam dunia medis fenomena ini diduga dikarenakan adanya gangguan dopamin. Dopamin merupakan neurotransmitter dalam otak yang bisa menyebabkan seseorang mengalami halusinasi.

3. Melihat Terowongan Cahaya

Melihat terowongan cahaya merupakan salah satu fenomena yang sering dilaporkan setelah mati suri. Hal ini bisa disebabkan karena pasokan darah dan oksigen yang berkurang di retina mata.

Nah, untuk itu penting diketahui, mati suri merupakan pengalaman unik dengan berbagai mekanisme yang kompleks di baliknya. Mulai dari kekurangan oksigen, gangguan fase REM tidur, gangguan fungsi dopamin, dan pengaruh budaya dan kepercayaan.

Bahkan, mati suri tidak sepenuhnya harus berupa kejadian mistik dan bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. (trj/may)