Dicari Segera! Relawan Nakes Covid19 Untuk RSUD Bangil

1089

Bangil (wartabromo.com) – Meski sudah dibuka berkali-kali, RSUD Bangil kesulitan untuk mendapatkan relawan tenaga kesehatan (nakes) yang mau melayani pasien Covid-19.

Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina mengatakan, membludaknya pasien covid-19 di RSUD Bangil hingga melebihi kapasitas tempat tidur (TT), membuat para tenaga kesehatan (nakes) bertumbangan.

Bahkan, tak sedikit dari mereka yang terpapar virus corona dan membuat keberadaan dokter dan perawat bisa dibilang “langka”.

Oleh sebab itu, pihaknya tak akan pernah berhenti untuk membuka rekruitmen nakes yang mau bekerja sebagai dokter ataupun perawat pasien Covid-19, meski banyak yang tidak tertarik.

“Kami betul-betul membutuhkan dokter dan perawat yang akan membantu memback up dokter dan perawat lain yang banyak terpapar,” kata Arma, di sela-sela kesibukannya, Kamis (08/07/2021).

Ditanya mengenai berapa nakes yang dibutuhkan, Arma mengaku butuh banyak nakes yang secara jumlah adalah ideal. Yakni dua kali lipat dari jumlah pasien Covid-19 yang dirawat.

Untuk sekarang, total tempat tidur yang menampung pasien Covid-19 di ruang isolasi sebanyak 162 buah. Sedangkan tt di ruang ICU/HCU sebanyak 20. Belum lagi 40 pasien yang stagnan di ruang isolasi IGD yang belum bisa dipindah ke kamar perawatan.

Sementara untuk perawat di RSUD Bangil berjumlah 226 orang. Dari jumlah tersebut, 20 orang diantaranya masih dalam kondisi terpapar, sehingga menyisakan 206 perawat.

“Kalau idealnya, kita kewalahan. Karena dari 206 perawat harus melayani 220 lebih pasien Covid-19 yang harus ditangani. Harusnya perawat jumlahnya 400 orang supaya bisa dibagi shift dan tidak kelelahan,” tegasnya.

Lebih lanjut Arma mengaku bahwa berbagai upaya sudah dilakukan untuk merekrut para nakes. Mulai dari sosialisasi ke puskesmas, pengumuman melalui website, media sosial dan penempelan di sekitar RS dan cara lainnya.

Akan tetapi, rata-rata banyak yang masih enggan untuk menjadi relawan nakes di RSUD Bangil, lantaran bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti takut terpapar Covid-19 atau sudah tidak ada lagi lantaran memang dibutuhkan oleh semua rumah sakit dimanapun berada.

“Memang menjadi kebutuhan pelayanan saat ini. Karena SDM nya juga harus banyak ketika penambahan fasilitas dilakukan. Tapi, kami sangat bisa memahami ketakutan yang ada. Semoga saja pandemic ini segera berakhir, sehingga para nakes juga tidak bekerja ekstra keras seperti sekarang ini,” harapnya. (mil/yog)