Terprovokasi Propaganda Tolak PPKM Darurat, Massa Rusak Pos Polisi di Kota Pasuruan

9749
Massa yang didominasi usia remaja menggelar unjuk rasa, Kamis (15/7/2021). Foto: Amal Taufik.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sekelompok massa menggelar protes sebagai buntut pemberlakukan PPKM Darurat di Kota Pasuruan, Kamis (15/7/2021). Dalam aksinya, sebuah pos polisi dirusak

Baca: Beredar Propaganda Ajak Warga Lawan PPKM Darurat

Pantauan WartaBromo, ratusan pemuda berkumpul di sejumlah titik di Kota Pasuruan. Di antaranya, di Jalan Slagah, Jalan Pahlawan di sekitar Taman Kota, Jalan Wahidin Sudirohusodo.

Mereka yang berkumpul di Jalan Slagah sempat berjalan ke arah Stadion Untung Suropati Kota Pasuruan sambil membawa poster-poster dan keranda mayat.

Tak lama kemudian, polisi datang. Situasi pun sempat panas, hingga berbuntut lemparan batu ke arah polisi. Polisi juga sempat melemparkan gas air mata.

Satu pos polisi di simpang tiga Jalan Slagah dirusak. Para pemuda itu kemudian kabur sebagian ke arah Kelurahan Kandangsapi, sebagian lagi kabur ke arah Kelurahan Petamanan.

Mereka kabur dan masuk ke dalam gang-gang kecil di Kelurahan Petamanan. Polisi pun ikut masuk ke dalam gang-gang kecil untuk mengejar mereka.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman mengatakan, para pemuda ini terprovokasi poster aksi mengajak warga menolak PPKM Darurat yang sebelumnya telah menyebar.

“Waktu kita tanya, tujuannya tidak jelas. Ada yang bilang mau nongkrong, mau minum kopi,” kata Arman.

Sebagaimana diketahui, sebuah poster ajakan melakukan aksi melawan PPKM Darurat di Kota Pasuruan beredar melalui aplikasi WhatsApp, dan sebagian lainnya melalui Facebook sejak beberapa hari yang lalu.

Ada dua format poster yang beredar dengan seruan yang sama yakni, mengajak masyarakat melakukan aksi di Kantor Wali Kota Pasuruan untuk menolak PPKM Darurat karena dinilai menindas rakyat kecil.

“Tapi intinya akibat pamflet yang beredar beberapa hari yang lalu dan tidak bertanggung jawab. Tidak ada korlap. Tidak ada penggeraknya. Namun hanya membuat gaduh di medsos dan akhirnya banyak yang terpengaruh,” imbuh Arman. (tof/asd)

Simak videonya: