Ini Mitos Seputar Ari-Ari Kucing Menurut Masyarakat Indonesia

7573

Pasuruan (wartabromo.com) – Indonesia memang tidak pernah lepas dari sebuah mitos, salah satunya adalah mitos ari-ari kucing. Sebagian besar masyarakat Indonesia percaya, ari-ari mamalia karnivora ini memiliki berbagai mitos yang berpengaruh dalam kehidupan.

Bahkan, saking percayanya, di beberapa marketplace ari-ari kucing diperjualkan dengan harga mahal. Harganya pun sangat beragam, mulai dari Rp495 ribu sampai Rp20 juta.

Lantas, apa saja mitos ari-ari kucing yang familiar di kalangan masyarakat Indonesia? Dinukil dari beberapa sumber, berikut diantaranya:

1. Mempermudah Proses Persalinan Ibu Hamil

Konon, menurut mitos jika ada Ibu Hamil mengalami kesusahan saat proses persalinan, dengan ari-ari kucing bisa mudah saat proses persalinan. Bagaimana cara penggunaannya?

Caranya cukup mudah, dengan mencelupkan ari-ari kucing kedalam gelas yang berisi air mineral lalu diminumkan ke ibu hamil. Entah sungguhan atau hanya kebetulan, namun dari segi medis, jelas tidak diperbolehkan ya bolo!

2. Mendatangkan Rezeki yang Berlimpah

Meskipun sebenarnya Rizki sudah ada yang mengatur namun masih ada beberapa kalangan yang percaya bahwa dengan menggunakan ari-ari kucing ini dapat mendatangkan rezeki yang berlimpah pada pemiliknya.

3. Dikabulkan Doa-Doa yang Dipanjatkan

Mitos ari-ari kucing selanjutnya adalah dipercaya bisa membuat semua permohonan yang dipanjatkan dalam doa akan segera dikabulkan. Hal ini dipercaya bagi orang yang menyimpan ari-ari kucing di dalam rumahnya.

4. Dijauhkan dari Marabahaya

Mitos ari-ari kucing berikutnya adalah dapat menjauhkan seseorang dari marabahaya. Beberapa kalangan masyarakat Indonesia masih ada yang percaya, ternyata dengan menggunakan ari-ari kucing ini maka marabahaya tidak akan berani untuk mendekat.

Nah, Bolo dari sekian mitos mengenai ari-ari kucing di atas, sebagai manusia yang beriman kepada Tuhan, hendaknya jangan terlalu percaya. Namun, bagi Bolo warmo yang mungkin percaya, juga tidak masalah.

Pasalnya, pembahasan mengenai mitos tidak bisa diperdebatkan dan boleh dipercaya atau tidak. Tentunya semua kembali kepada kepercayaan masing-masing. (trj/may)