Ortu Meninggal karena Covid-19, 130 Anak Yatim Jadi Asuhan Polisi

1009
Petugas memberikan layanan trauma healing kepada anak-anak yang kehilangan orang tuanya akibat Covid-19. Foto: Romadoni.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebanyak 130 anak di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota kehilangan orang tuanya akibat Covid-19. Pihak Polresta pun memutuskan mengasuhnya.

Suasana haru terlihat saat ratusan anak yatim dan piatu datang bersama kelurganya ke gedung Wicaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota, Jumat (13/8/2021).

Dari data yang di dapat Polres Pasuruan Kota, 382 orang di wilayah hukumnya meninggal karena terpapar covid-19.

AKBP Arman, Kapolres Pasuruan Kota mengatakan, pihaknya akan mengasuh ratusan anak tersebut agar bisa menjadi prioritas Polres Pasuruan Kota dalam menerima progam Pemerintah.

“Insyaallah anak-anak ini mendapat prioritaskan apapun dari kegiatan Polres Pasuruan Kota, misalnya beasiswa gratis, bantuan sosial,” tutur Arman.

Selain menjadi anak asuh polisi, ratusan anak tersebut juga diberikan trauma healing untuk meringankan beban dalam keluarganya. Ada juga santunan dan bingkisan yang diberikan oleh Polres Pasuruan Kota.

130 anak tersebut adalah bagian dari keganasan Covid-19 yang merenggut nyawa orangtuanya. Seperti yang diceritakan oleh Siti, seorang anak yang ditinggal ibunya merasa sedih.

Meninggal sejak 3 minggu lalu, Siti masih diliputi kesedihan. Pasalnya, ayah diketetahui juga terpapar Covid-19 dan dirawat di RSUD Grati.

“Ibu saya meninggal beberapa hari yang lalu, dan sekarang ayah saya sedang dirawat karena terpapar covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Elsa (26) harus kehilangan suami tercintanya karena terpapar covid-19. Meninggalkan dua anak. Satu masih dalam kandungan kala meninggal. Satu anak lainnya masih berumur 28 bulan.

“Sekarang kita hanya bertiga dalam satu rumah,” ungkapnya. (don)