Temu Kangen Legend Persekabpas, Zahrahan Ungkap Momen Haru Lawan Arema

2370

Pasuruan (wartabromo.com) – Momen langka terjadi pada ulang tahun Persekabpas ke-36 beberapa waktu lalu. Zahrahan Krangar, playmaker andalan Persekabpas kala itu mengungkapkan momen haru saat berhasil mengalahkan Arema.

Momen tersebut mempertemukan Kasan Soleh, sang bek kanan dengan Jodi Kartika bek kiri dalam podcast Persekabpas Bangkit, Sabtu (28/8/2021). Tak hanya Kasan dan Jodi yang bertemu, legenda pemain asing Zahrahan Krangar pun bertemu, meski secara virtual.

“Kangen, sudah lama tidak ketemu ini. Dia orang asli Kabupaten Pasuruan, cuma melanglang buana,” kata Kasan Soleh mengetahui Jordi Kartiko juga diundang dalam podcast Persekabpas Bangkit.

Obrolan seketika mencair. Kasan menyebut Jordi Kartiko, sebagai teman serasa saudara. Saat memperkuat The Lassak, Kasan menempati posisi bek kiri. Sedangkan Mbah Marijan, panggilan akrab Jordi, berposisi sebagai benteng pertahanan sebelah kanan.

“Dia bilang, kamu harus keras, biar lawan tidak lewat sayap-sayap,” ungkap Soleh, menirukan ucapan Jordi kala itu.

Jordi pun mengakui hal itu, saat bermain bersama Kasan Soleh, chemistry keduanya membawa aura positif bagi Persekabpas. “Kalau ketemu itu kayak ada apinya,” tutur Jordi menimpali Kasan.

Jordi Kartiko pun berpesan untuk Persekabpas di ultahnya yang ke-36. Bahwa di momen ultahnya, Persekabpas harus segera bangkit dari keterpurukan.

“Bangkit semuanya, mulai dari manajemen, pelatih, pemain, dan pemain ke-13 (suporter, red). Itu harus kompak dan solid, seperti zaman kita dulu,” pesan Jordi, yang kini melatih sejumlah tim debutan.

Kenapa suporter pun harus kompak dan solid bersama? Jordi menyatakan, suporter merupakan penyemangat dan nyawa dari Persekabpas tatkala di lapangan hijau.

“Mereka saja kadang tidak punya duit, tidak bawa perbekalan, kadang nontonnya pakai sarung. Entah dia makan di mana, tapi dia mendukung kita. Ini yang membakar motivasi kita untuk bermain lebih baik lagi,” ulasnya.

Di sela obrolan hangat kedua legenda, Kasan Soleh menghubungi Zahrahan melalui sambungan telepon. Saat tersambung, Zahrahan sontak menyebut Kasan Soleh sebagai orang gila.

“Ini orang gila ini, karena sering tipu orang,” ucapnya bergurau dengan Kasan Soleh.

Saat telepon diberikan kepada Jordi, Zahrahan pun masih mengingat Jordi. Ditanyakan Jordi kapan ke Indonesia lagi, Zahrahan mengaku masih terganjal pandemi.

“Aku lagi tunggu lockdown, karena sekarang pesawat belum bisa masuk,” tuturnya.

Saat dipancing pertanyaan oleh Jordi akan memperkuat tim apa tahun depan di Indonesia, Zahrahan mengatakan rahasia. Sontak ketiga pemain tertawa.

“Nanti pasti tahu,” ujarnya.

Saat ditunjukkan fotonya merumput di lapangan, Kasan menyebut kala itu Zahrahan sering menangis saat melawan Arema. Bahkan sampai memanggil-manggil mama dan papa.

“Ini lawan Arema di Batu ya, masih ingat kita main lawan Arema, Arema kalah 1-0, dan kita tidak bisa keluar dari stadion. Aku sama Murphy nangis,” kenang Zahrahan.

Sang playmaker legenda itu sempat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Persekabpas. Tim yang pernah ia perkuat dan mengantarkan Persekabpas ke panggung laga nasional.

“Selamat ulang tahun Persekabpas Pasuruan yang ke-36, sukses terus,” ucapnya dari negara asalnya. (oel/may)

Simak videonya: