Paripurna P-APBD Kabupaten Pasuruan 2021, Pendapatan Anjlok Tapi Belanja Membengkak

290
Paripurna P-APBD Kabupaten Pasuruan 2021, Pendapatan Anjlok Tapi Belanja Membengkak

Pasuruan (wartabromo.com) – Anggaran pendapatan dalam P-APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2021 diproyeksikan turun. Sementara anggaran belanja, justru diproyeksikan akan membengkak.

Hal ini terungkap dari pengantar nota keuangan Bupati Pasuruan dalam Rapat Paripurna Raperda tentang PAPBD Kabupaten Pasuruan tahun anggaran 2021 yang digelar Rabu (15/9/2021), sore.

Bupati Pasuruan, H.M. Irsyad Yusuf memaparkan, sejak beberapa tahun terakhir ini, pendapatan atau penerimaan negara secara umum mengalami dinamika yang fluktuatif. Sehingga, mengharuskan pemerintah setempat untuk terus mencermatinya dengan seksama, baik yang bersumber dari Dana Transfer Pusat maupun Propinsi.

Untuk mengatasi hal ini, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah. Di antaranya dengan mengoptimalisasi peningkatan pendapatan, melalui perkiraan terukur secara rasional dengan mempertimbangkan realisasi Pendapatan Asli Daerah sampai dengan semester I tahun 2021.

“Penyesuaian pendapatan yang bersumber dari pajak daerah, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Penyesuaian kebijakan dana perimbangan yang bersumber dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi,” papar Irsyad.

Irsyad lantas menjabarkan, dalam rencana PAPBD tahun 2021, Pendapatan Asli Daerah menurun senilai Rp3.558.488.866. Dibandingkan dengan APBD 2021 yang mencapai Rp724.005.471.953.

Sama halnya dengan PAD, target pendapatan dana perimbangan pada PAPBD Tahun 2021, juga terjadi penurunan pagu transfer sebesar Rp84.476.161.847. Di mana sebelumnya, dalam APBD Tahun 2021 mencapai Rp2.386.634.192.238.

Sementara itu, anggaran belanja Pemkab Pasuruan diproyeksikan akan membengkak. Dipaparkan Irsyad, belanja operasi diprediksi naik sebesar Rp98.427.869.859 menjadi sebesar Rp 2.385.948.532.805.

“Belanja Modal direncanakan turun Rp94.016.164.923 menjadi sebesar Rp406.582.416.343. Dibandingkan dengan APBD Tahun 2021 sebesar Rp500.598.581.266,” beber Irsyad.

Adapun pos anggaran BTT, diproyeksi naik menjadi Rp40.817.730.075, atau naik sebesar Rp15.817.730.075. Sedangkan untuk belanja transfer, direncanakan turun Rp4.041.774.248 menjadi Rp636.721.152.715.

Dari paparan tersebut, Irsyad menyampaikan bahwa dalam PAPBD Kabupaten Pasuruan Tahun 2021 akan mengalami defisit sebesar Rp277.113.138.460. Berbeda dengan APBD tahun 2021, yang mengalami defisit sebesar Rp175.963.906.984.

Defisit anggaran ini mengalami kenaikan sebesar Rp101.149.231.476. Guna menambal defisit tersebut, kata Irsyad, akan dibiayai dengan penerimaan pembiayaan sebesar Rp281.149.231.476.

Adapun Pengeluaran Pembiayaan direncanakan tetap, yakni sebesar Rp4.036.093.016,00 untuk Penyertaan Modal Pemerintah Daerah.

“Kami mengharapkan masukan – masukan positif dari segenap anggota Dewan yang terhormat untuk menyempurnakan Rancangan PAPBD Tahun 2021 ini,” kata Irayad sebelum menutup pengantar nota keuangannya. (oel/may)