Viral Moge Terbakar di Jalur Sapikerep Menuju Bromo

2241
Moge terbakar di bromo
Tangkapan layar video moge terbakar di jalur Bromo.

Sukapura (wartabromo.com) – Jagad maya dihebohkan sebuah video rekaman pengendara motor gede di Desa Sapikerep, Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Dalam rekamannnya itu, si pengendara nampak tengah menaklukkan tanjakan, lalu motor berkubikasi besar itu mendadak terbakar.

Dalam rekaman video amatir yang diunggah akun @dashcamindonesia di platform instagram, nampak sebuah pengendara merekam perjalanan menuju wisata Gunung Bromo.

Dalam rekaman itu nampak pengendara tengah melintas di tanjakan Desa Sapikerep. Usai melewati tikungan, rupanya motor besar itu mengalami gangguan mesin.

Ketika pengendara sekaligus perekam berusaha menghidupkan mesin kembali, tiba-tiba api muncul dari bagian bawah mesin.

Informasi yang dihimpun, motor gede itu milik seseorang bernama Kris, warga Jakarta. Motor Ducati bernopol D3469STE itu berkapasitas mesin 1.200 CC, nyaris seluruhnya terbakar. Dia pun segera turun dan meminta bantuan.

Rombongan tersebut, berangkat dari Jakarta menuju Bali. Sesampai di Jawa Timur, rombongan mampir sejenak ke kawasan Bromo. Di tengah jalan itulah, motor besar itu mengalami kendala dan terbakar.

Unggahan itupun viral di jagad maya. Warga menaruh simpati pada si pengendara motor besar yang terbakar itu. “Viral banyak yang share dan tanya ke saya, lokasinya dimana. Ternyata saya lihat itu di jalan menuju Bromo. Nampak dari tulisan dan tanjakannya,” kata salah satu warga, Anggraini, Jumat (17/9/2021) petang.

Terpisah, Kapolsek Sukapura, AKP Sugeng Hariono membenarkan kejadian itu. Setelah kejadian, malam harinya, salah satu rombongan moge melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sukapura.

“Untuk kejadian moge terbakar, kita tidak tahu. Hanya, pada malam harinya, ada yang laporan namun moge yang terbakar sudah di evakuasi dari lokasi kebakaran. Untuk mengurus asuransi,” katanya, singkat.

Saat ini kawasan wisata Gunung Bromo memang sudah dibuka untuk wisatawan. Setelah sebelumnya sempat tutup karena pandemi covid19. Kendati sudah dibuka, wisatawan tetap harus terapkan protokol kesehatan yang ketat. (lai/saw)