Tips Jitu Jadi Orang Tua yang Adil Apabila Punya Banyak Anak

383
Tips Jitu Jadi Orang Tua yang Adil Apabila Punya Banyak Anak

Pasuruan (wartabromo.com) – Memiliki banyak anak sering kali membuat para orang tua sedikit repot. Selain repot mengurus, perihal memberi kasih sayang pun kadang terasa tak adil.

Tindakan pilih kasih kadang kala dilakukan orang tua kepada anak secara tidak sengaja. Apalagi jika memiliki anak lebih dari tiga orang dan jarak usianya cukup berdekatan.

Lantas, bagaimana tips agar bisa jadi orang tua yang bersikap adil apabila memiliki banyak anak? Dilansir dari tempo.com, menurut Sheri Madigan, asisten profesor sekaligus ketua penelitian di Determinants of Child Developments, Institut Penelitian Rumah Sakit Anak Alberta, Universitas Calgary, Kanada ini tipsnya:

1. Jangan Membandingkan

Sebagai orang tua, terkadang secara tak sadar sering kali mengeluarkan kata-kata pembanding kepada anak. Misalnya, membandingkan anak kedua yang pemalas dengan anak pertama yang cenderung mandiri.

Tindakan ini jelas kurang tepat. Kenapa? karena bisa menimbulkan kecemburuan pada anak kedua dan menganggap dirinya sendiri tidak sebaik kakaknya.

2. Beri Pujian pada Masing-Masing Anak

Tips jitu menjadi orang tua yang adil adalah dengan memberi pujian pada masing-masing anak sesuai dengan kelebihan yang dimiliki. Jangan hanya memberi pujian kepada anak yang dianggap patuh atau pintar secara akademis saja.

Kenapa? Sebab anak cenderung lebih minder jika orang tua selalu membandingkan satu anak dengan saudara lainnya. Apabila sudah begitu, maka anak yang merasa minder tersebut akan jauh lebih susah diatur.

3. Dengarkan Keluhan Masing-Masing Anak

Ketika memiliki banyak anak, pastikan menjadi orang tua yang siap meluangkan waktu dan memasang telinga untuk mendengarkan keluhan masing-masing anak. Jangan hanya mendengarkan keluhan dari anak yang merasa diperlakukan tidak baik oleh saudara lainnya.

Apalagi jika salah seorang anak sering mengeluh tentang ketidak adilan sikap orang tuanya. Sebaiknya coba dengarkan keluhannya dan berintropeksi diri. Barang kali si anak tersebut ada benarnya dan tak disadari sebagai orang tua telah bersikap tidak adil. (trj/may)