Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Polresta Probolinggo Salurkan Bantuan Untuk PKL

440
Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Polresta Probolinggo Salurkan Bantuan Untuk PKL

Mayangan (wartabromo.com) – Guna percepat pemulihan ekonomi nasional, Polresta Probolinggo, segera salurkan bantuan tunai langsung untuk PKL dan pemilik usaha warung di Kota Probolinggo. Targetnya, ada sekitar 3.500 PKL yang akan menerima bantuan itu.

Bantuan tersebut, berupa uang tunai senilai Rp1,2 juta. Untuk pemilik warung dan PKL. Bantuan itu bertujuan membantu masyarakat. Serta menopang kebutuhan selama dampak pandemi Covid19.

“Pemerintah sangat merasakan dampak yang ditimbulkan bencana non alam Covid-19 ini, yang mengakibatkan kesulitan ekonomi dialami oleh seluruh warga masyarakat,” kata Kapolresta Probolinggo, Kompol Khoiril, Rabu (22/9/2021).

Ada sekitar 3.500 pedagang kaki lima, yang jadi target penerima bantuan tunai itu. Sebagai bentuk dukungan pemerintah. Terhadap percepatan pemulihan ekonomi nasional. Mengingat saat ini, sejumlah daerah di Jawa-Bali sudah mulai menurun. Untuk angka penularan covid19.

Namun demikian, polisi juga menghimbau pada penerima bantuan itu. Menjadi agen perubahan, dengan disiplin protokol kesehatan. Dimulai dari pedagang kaki lima sendiri. Lalu dilanjutkan dengan selalu mengingatkan protokol kesehatan pada pelanggan yang datang.

Pada pembagian bantuan tunai itu, hari ini ada 50 penerima dari Kelurahan Tisnonegaran dan Mayangan. “Pembagian akan terus dilanjutkan pada hari berikutnya, sesuai dengan data by name by addres,” sambung Khoiril.

Salah satu pedagang bakso penerima bantuan tunai, Saiful Wafa menyebut, bantuan tunai itu sangat bermanfaat untuk dirinya dan keluarga. “Saat ini masih sepi pembeli. Pembatasan jam saat berjualan juga sangat berpengaruh terhadap roda perekonomian kami. Kami para pedagang kecil seperti ini, sangat terbantu. Bisa kami gunakan sebagai tambahan modal berjualan,” kata Saiful.

Tak hanya salurkan bantuan, Polresta Probolinggo juga maksimalkan vaksinasi pada seluruh elemen masyarakat. Mulai dari pelajar, pedagang, maupun ibu rumah tangga. Sebagai salah satu upaya untuk bisa terbebas dari pandemi covid19. (lai/saw)