Dewan Dorong Pemkab Probolinggo Lengkapi Sertifikat CHSE

1166
Keindahan Bromo di puncak B30. Foto: Sudir

Probolinggo (WartaBromo) – Dewan mendorong Pemkab Probolinggo memberi rasa aman kepada wisatawan. Caranya melengkapi sertifikat CHSE bagi pelaku usaha sektor wisata.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Wahid Nurahman mengatakan pembukaan destinasi wisata oleh Plt, Bupati Probolinggo HA Timbul Prihanjoko sangat berdampak positif. Kebijakan itu, memicu perkembangan sektor pariwisata. Dampaknya, bisnis agen perjalanan, kuliner, bisnis hotel dan sebagainya bisa terkerek.

“Semua aktivitas bisa berjalan dan bergairah kembali, ya wisata ya ekonominya. Tentunya pembukaan itu menjadi trigger atau pemicu pertumbuhan semua kawasan wisata di Kabupaten Probolinggo,” ucap ia pada Rabu, 22 September 2021.

Meski begitu, ada kekhawatiran menjadi pemicu penyebaran Covid-19. Pasalnya, hal itu menyangkut pergerakan orang dalam jumlah besar. Sehingga perlu kehati-hatian bagi Pemkab Probolinggo dan pelaku usaha wisata.

Sehingga, kata Wahid, Pemkab Probolinggo dan pelaku wisata wajib memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Dengan begitu perlu dilengkapi dengan Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability). Yakni sertifikat kepada Usaha Pariwisata, Destinasi Pariwisata, dan Produk Pariwisata lainnya. Sertifikat ini menjamin wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

“Kebijakan pembukaan tempat wisata memang sudah semestinya dilakukan secara bertahap agar potensi ekonomi dapat bergerak kembali. Karena itu, harus dilengkapi dengan sertifikat CHSE,” kata politisi Golkar itu.

Senada dengan koleganya di kabupaten, Habib Mahdi, anggota DPRD Jawa Timur, juga mendorong penerapan sertifikat CHSE di obyek wisata. Ia menilai, setidaknya, ada dua hal yang menjadi tantangan bagi sektor pariwisata saat ini. Pertama, menjalankan protokol kesehatan secara tepat guna menghindari kluster baru penyebaran Covid-19.

“Kedua, mengembalikan kepercayaan masyarakat luas bahwa Probolinggo aman untuk dikunjungi,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur tersebut, secara terpisah.

Sejauh ini berdasarkan website chse.kemenparekraf.go.id, belum satu pun pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Probolinggo yang mengantongi sertifikat CHSE. Padahal sertifikasi CHSE ini gratis.

Pendaftaran CHSE dapat dilakukan secara online melalui website chse.kemenparekraf.go.id yang disediakan Kemenparekraf RI. Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif tinggal memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan di tempat usahanya. Kemudian buktinya diunggah melalui website yang telah disediakan Kemenparekraf RI.

“Pelaku usaha di sektor wisata mengurus sertifikat CHSE ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Para pelaku usaha yang memiliki sertifikat tersebut, dianggap telah memenuhi standar protokol kesehatan di tempatnya,” tandas politisi PPP itu. (saw/saw)