Kota Probolinggo, Satu Dari 32 Daerah di Jatim Masuk PPKM Level 1 Asesmen Kemenkes

752
Kota Probolinggo, Satu Dari 32 Daerah di Jatim Masuk PPKM Level 1 Asesmen Kemenkes
Dokumen, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat mendapati Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ketika berkunjung ke Kota Probolinggo.

Probolinggo (WartaBromo) – Kota Probolinggo masuk dalam daftar 32 kabupaten / kota di Jatim berada di PPKM level 1 satu Hasil Asesmen Kemenkes. Meski begitu Wali Kota Probolinggo mengingatkan warga agar tidak terlena terhadap potensi penularan Covid-19.

Masuknya Kota Probolinggo sebagai salah satu dari 32 kabupaten/kota diumumkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Senin, 12 Oktober 2021. Cakupan 32 kabupaten/kota itu, setara dengan 84,21 persen.

Selain Kota Probolinggo, 31 daerah lainnya yakni Tulungagung, Tuban, Trenggalek, Sumenep, dan Situbondo. Juga Sidoarjo, Sampang, Ponorogo, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Ngawi, Mojokerto, dan Magetan.

Kemudian Kabupaten Madiun, Lamongan, Surabaya, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, dan Kota Kediri. Serta Kota Blitar, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, Banyuwangi, Bangkalan.

Sedangkan sisanya yaitu enam daerah masih di level dua atau 15,79 persen. Untuk level 2 ada Kabupaten Probolinggo, Nganjuk, Malang, Lumajang, Kota Malang, dan Kota Madiun.

Ada 6 parameter yang dinilai pada asesmen dari Kemenkes itu. Yaitu kasus konfirmasi, rawat inap RS, kematian, testing, tracing dan treatment yang dilakukan secara masif dan terukur sehingga menghasilkan predikat memadai.

“Asesmen level dari Kemenkes ini merupakan syarat awal menjadi penilaian Level PPKM yang ada pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri),” sebut Khofifah.

Tak hanya hasil asesmen Kemenkes, untuk masuk dalam level 1 PPKM Inmendagri, kabupaten/kota harus memenuhi minimal 70 persen capaian vaksinasi dosis pertama. Juga minimal 60 persen vaksinasi dosis pertama pada lansia.

“Selain itu, terdapat penilaian berbasis aglomerasi, dimana daerah aglomerasi level PPKM-nya akan mengikuti daerah aglomerasi dengan pencapaian komulatif,” kata mantan aktivis PMII itu.

Kabar itu, disambut baik oleh Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin. Hal itu, menurutnya, tak lepas dari upaya keras dari Pemerintah Kota Probolinggo bersama instansi lain, TNI-POLRI. Juga peran aktif masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Alhamdulillah, capaian ini patut kita syukuri. Namun, capaian ini jangan sampai membuat kita terlena. Karena potensi penularan Covid-19 masih harus kita waspadai. Salah satunya, warga menerapkan protokol kesehatan dan mau divaksin,” sebutnya secara terpisah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) setempat, vaksin pada dosis pertama mencapai 118.395 atau 65,0 persen pada 12 Oktober 2021. Dosis kedua mencapai 89.072, setara dengan 48,9 persen dengan total target 182.182 orang.

Sementara untuk lansia pada dosis pertama yakni 5.884 atau 28,9 persen. Untuk dosis kedua mencapai 4.937 atau 24,2 persen. Adapun total sasaran vaksinasi yakni 20.365. (saw/saw)