Pesilat Cewek Asal Pandaan Raih Medali Perak di PON XX Papua

1038

Papua (wartabromo.com) – Satu lagi atlet Kabupaten Pasuruan yang berhasil menyumbang medali untuk kontingen Jawa Timur dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Dia adalah Suryaningtyas asal Pandaan Kabupaten Pasuruan yang meraih medali perak pada cabang olahraga (cabor) silat yang digelar di Gor Toware, Selasa (12/10/2021) pagi.

Sang pelatih, Rudi Santoso mengatakan, Suryaningtas turun di kategori tanding kelas C 55 kilogram. Sebelum sampai final, Tyas sukses mengalahkan pesilat dari Provinsi Bali dan Sumatera Barat.

Sayangnya, begitu berlaga di partai final, Tyas dikalahkan oleh pesilat dari Sumatra Barat dengan skor 5-0. Hal tersebut dikarenakan masih grogi dan kalah pengalaman dengan lawannya.

“Ini pertama kali ikut PON dan langsung masuk final, Itu sudah membanggakan sekali,” ungkap Rudi saat dihubungi via telepon, Selasa (12/10/2021) sore.

Pada PON Papua kali ini, Tyas adalah pesilat termuda diantara semua peserta. Kata Rudi, meski masih muda, namun sudah pernah menjuarai berbagai macam kejuaraan mulai dari tingkat nasional sampai Kejuaraan Silat Junior yang digelar di Thailand, beberapa waktu lalu.

“Dulu awalnya Juara di PORPROV. Kemudian jadi Juara II di Kejuaraan Silat Junior di Thailand. Dan kejuaraan nasional dapat 2 emas dan perak,” terangnya.

Di mata Rudi, Tyas yang ternyata adik iparnya sudah memiliki bakat sejak duduk di bangku SMP. Dari situ, keberanian dan bakat silatnya terus berkembang hingga mampu menjadi juara dalam berbagai turnamen.

Untuk mengembangkan bakatnya, Tyas tak hanya berlatih bersamanya. Melainkan masuk pada Pemusatan Pelatihan Tingkat Jawa Timur. Di sana, berbagai macam treatment latihan diterima Tyas hingga jadi.

“Mulai kelas 1 SMP saya latih, naik terus ritmenya, pertandingan setiap event selalu menang. Nututi (mengikuti) pada kategori remaja jatim dan dewasa jatim, semuanya disikat,” ucapnya.

Dengan raihan medali perak yang dicapainya, Rudi berharap agar Tyas terus berlatih demi mengejar mimpinya menjadi Pesilat Nomor Wahid Nasional, bahkan dunia.

“Harapannya, bisa memperkuat Jatim lagi dan seleksi nasional untuk kejuaraan dunia. Kalau gak cepat puas, pasti akan terus naik,” tutupnya. (mil/yog)