Pelajar NU Probolinggo Bersemangat Ikuti Ngaji Jurnalistik Bareng WartaBromo

876

Krejengan (WartaBromo) – Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo bersemangat mengaji jurnalistik bersama wartabromo.com pada Senin, 18 Oktober 2021. Selain ilmu jurnalistik, mereka juga dibekali pengetahuan tentang kearifan bermedia sosial.

Kepala Biro wartabromo.com di Probolinggo, Sundari Adi Wardhana menjadi salah satu narasumber di acara yang dihelat oleh PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Krejengan itu. Ia pun menjelaskan pekerjaan yang ia lakoni untuk membuat konten digital. Seperti video spot atau kejadian, video berita umum, dan video liputan khusus untuk wartabromo.com.

Tak lupa, ia membagikan video hasil karyanya bersama tim. Supaya generasi muda NU ini, dapat secara langsung memahami peran video jurnalistik. “Ada tiga kesatuan penting dalam menggarap video jurnalistik,” sebut pria yang aktif di PC GP Ansor Kota Kraksaan itu.

Baca Juga :   Malam Ini, Kota Probolinggo Digelapkan

Yaitu video yaitu story, audio, dan visual. Ketiga elemen tersebut merupakan kesatuan penting dalam menggarap video jurnalistik. Cerita yang menarik, kualitas audio yang baik, dan kaidah-kaidah pengambilan gambar, akan menghasilkan karya bagus.

Lebih lanjut, Kang Nisun begitu ia dipanggil, menjelaskan video jurnalistik dengan video dokumentasi. Video jurnalistik memiliki nilai berita, narasumber, pendapat ahli, konfirmasi, verifikasi, data, sehingga dimuat dalam suatu media. Proses itu, tak luput dari 5W1H, yaitu What, Where, Why, Who, When, dan How.

Setiap video jurnalistik pasti memiliki tujuan. Yakni pemenuhan nilai berita baru (pertama kali informasi diketahui), besaran suatu peristiwa, dan relevansi berita. Kemudian aktual (ketepatan waktu informasi), keunggulan informasi, kejanggalan informasi, dampak, konflik, ketokohan, dan kemanusiaan.

Baca Juga :   MUI Kehilangan Jejak Tarekat Sesat di Probolinggo

Hal itu, tentunya berbeda dengan video dokumentasi. Video dokumentasi sebenarnya sudah umum bagi anak muda yang sering bermain fitur Instagram Stories atau aplikasi TikTok.

Dipaparkan juga tentang teknik pengambilan gambar. Serta teknik pergerakan dasar dalam diangkat, adalah cerita relawan vaksin yang terus berjuang hingga saat ini,” lanjut mantan pegiat IPNU dan PMII itu.

Terkait hoaks vaksin, Aipda Ivan Dwi AS, anggota Satbinmas Polres Probolinggo mengakui, cukup marak terjadi di Kabupaten Probolinggo. Bahkan berita bohong tersebut juga terjadi di seantero nusantara. Seperti vaksin berisi racun, vaksin tak halal, vaksin tak aman, jika divaksin akan mati, dan lain sebagainya.

“Banyak sekali kabar bohong itu di media sosial. Cek dulu di media massa mainstream, jika benar baru disebar ulang, jika bohong atau hoaks, jangan disebar,” sebut Aipda Ivan.