AQUA Keboncandi Tanam 5.000 Pohon dan Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Hidrogeologi

832
Kepala Pabrik Aqua Keboncandi, M. Fathoni menyerahkan bibin pohon sukun secara simbolik kepada Sekolah Mitra Taman Kehati Aqua (STOMATA).

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Menyikapi pemberitaan media masa beberapa pekan terakhir tentang resiko bencana hidrogeologi yang terjadi sepanjang musim hujan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Khususnya, pada intensitas curah hujan yang meninggi pada beberapa pekan ke depan. Walaupun, perlu juga ditambah dengan langkah-langkah mitigasi lingkungan dalam menanggulangi resiko bencana di beberapa daerah kritis.

Hal inilah yang menggerakkan AQUA Keboncandi bermitra dengan Yayasan Sakola Konang, serta bersama masyarakat Desa Galih Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan. Mereka bersama-sama melakukan upaya penanaman pohon pada lereng bukit dan tebing sungai yang dinilai kritis.

SIMBOLIK: Penyerahan bibit kepada relawan dan jejaring STOMATA.

Upaya mitigasi lingkungan ini sendiri adalah kontribusi program konservasi AQUA
Keboncandi pada kampanye rehabilitasi hutan dan lahan bertema “Rejoso Menabung Air
2021”. Dimana, sekurangnya telah ditanam 5.000 bibit yang dilakukan dalam dua tahap
kegiatan penanaman.

Sebanyak 2.500 bibit telah ditanam pada rangkaian acara Hari Cinta Puspa dan Satwa pada 5 November 2021 lalu. Selebihnya, kembali ditanam sekurangnya 2.500 bibit pada 21 November 2021 dalam puncak peringatan Hari Pohon Sedunia.

Sebelumnya, di desa Galih, AQUA Keboncandi bersama Yayasan Sekola Konang Indonesia juga telah membangun 9 unit sumur resapan dan membuat rorak sepanjang 260 meter sebagai upaya menghalau laju runoff atau limpasan air hujan, serta ratusan biopori yang dilakukan sebagai upaya mitigasi lingkungan untuk menanggulangi bencana hidrogeologi pada puncak curah hujan tahun ini.

Hari Wicaksono, Stakeholder Relation (SR) Manager AQUA Keboncandi mengatakan
bahwa kegiatan penanaman 5.000 pohon merupakan bagian dari program konservasi yang dilakukan secara berkesinambungan pada kawasan recharge area. Dimana pelibatan stakeholder dan masyarakat setempat dalam berbagai kegiatan penyelamatan lingkungan hidup adalah tujuan utamanya.

BERSAMA-SAMA: Para relawan pecinta alam, BPBD dan Aqua

Sementara dari Yayasan Sakola Konang Indonesia, koordinator kegiatan, Adisti
menyampaikan kegiatan tersebut melibatkan sekurangnya 60 orang relawan terdiri dari
perwakilan relawan BPBD Kabupaten Pasuruan, Relawan AQUA Keboncandi dan anggota jejaring Sekolah Mitra Taman Kehati Aqua (STOMATA).

Selain itu, kegiatan tersebut
mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Galih dibawah pimpinan Kades Eko
Miwanto, Muspika Kecamatan Pasrepan, DLH serta BPBD Kabupaten Pasuruan.

Dalam wawancara terpisah, Sekdes Joko Wignyo juga menyambut baik partisipasi para
pihak dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Ia pun mengapresiasi tim penggerak kegiatan penanaman 5.000 pohon ini yang telah berkontribusi menggerakkan masyarakat Desa Galih agar mulai peduli terhadap penyelamatan hutan dan lahan kritis. Mengingat Desa Galih adalah salah satu daerah rawan bencana tanah longsor akibat curah hujan tinggi. (day/*)