Hafid Aminuddin dan 2 Mantan Kadis Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Hasan – Tantri

958

Mayangan (wartabromo.com) – KH. Hafid Aminuddin diperiksa KPK pada Rabu, 23 November 2021. Selain itu, dua mantan kepala dinas (Kadis) dan 12 saksi lainnya turut diperiksa.

“Lokasi pemeriksaan, masih sama dengan pemeriksaan saksi-saksi sebelumnya, di Mapolresta Probolinggo, jalan dr. Mochammad Saleh 34,” sebut Plt. Jubir KPK RI, Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya.

Hafid Aminuddin merupakan pengasuh Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani (Saqo) Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan. Ia merupakan kakak kandung dari Hasan Aminuddin, tersangka kasus jual beli jabatan dan TPPU.

Sementara dua mantan Kadis yang diperiksa yakni Anggit Hermanuadi dan Tanto Walono. Anggit sebelum pensiun, tercatat sebagai Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo. Sebelum itu, ia juga pernah menjadi Kepala Bappeda, Kepala Dinas PU Bina Marga dan jabatan penting lainnya di dinas teknis.

Sementara Tanto Walono jabataan terakhirnya Kepala Badan Keuangan Daerah. Juga pernah menjadi Kepala Bappeda dan jabatan lainnya. Setelah pensiun, Tanto Walono pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Nasdem.

Selain itu, ada beberapa pejabat eselon 3 di lingkungan Pemkab Probolinggo turut diperiksa. Yakni Mudjito, Camat Maron; Mimik, Kabid Penanaman Modal – DPMPTSP, dan Heri Sudjono, mantan Sekretaris Dinas Perumahan Dan Pemukiman. Kemudian Agus Budianto, Sekretaris Camat Maron dan Asrul Bustami, Kabid Bina marga.

Dua ajudan Bupati Probolinggo yang sempat diamankan dalam OTT juga diperiksa. Keduanya adalah Pitra Jaya Kusuma, Ajudan Bupati Probolinggo; dan Faisal Rahman, Ajudan Bupati Probolinggo.

Ada juga Gandhi Hartoyo, Direktur Perusahaan Air Minum (PDAM). Mantan Ketua KPU Kabupaten Probolinggo itu, merupakan tenaga ahli (TA) Hasan Aminuddin. Bawahan Gandhi di PDAM juga diperiksa. Yaitu Yudhi Wibowo, Kabag Administrasi PDAM; Syaiful Anam, Kasubbbag Kas Bendahara PDAM.

Untuk pihak swasta, selain Abdul Hafid Aminuddin, ada 2 lainnya yang dimintai keterangan. Mereka adalah Nurul Wahidah, staf logistik Yayasan Pondok Hati dan Hadi Djoko Purwanto, Wiraswasta.

“Pemeriksaan saksi terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, tahun 2021 dan TPPU untuk TSK PTS (Puput Tantriana Sari),” tandas Fikri. (lai/saw)