Kesal, Warga Ngepoh Tanam Padi di Tengah Jalan

770

Dringu (wartabromo.com) – Warga Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menanam padi di tengah jalan. Aksi itu dilakukan sebagai protes, lantaran jalan tak kunjung diperbaiki.

Selain tanam pisang, warga juga lakukan aksi mancing bersama di kubangan yang lumayan lebar di tengah jalan desa itu. Selama musim hujan, lubang jalan digenangi air. Hal itu jelas sangat membahayakan pengendara.

Utamanya jika melintas di jalan desa yang rusak pada malam hari. Salah satu warga, Kusyono mengatakan, aksi itu dilakukannya bersama warga lain, lantaran kecewa. Karena akses jalan di desanya itu rusak parah. Kerusakan jalan desa itupun, sudah berlangsung sejak setahun terakhir.

Penyebabnya, adalah penggunaan jalan desa itu sebagai jalur alternatif, ketika jembatan Kedungasem, di Kelurahan Kedungasem, Wonoasih, Kota Probolinggo belum selesai diperbaiki. Tapi setelah usai difungsikan kembali beberapa hari lalu, tidak ada perbaikan jalan di Desa Ngepoh.

Baca Juga :   Janda Wiroborang Ditemukan Tewas di Rumahnya

“Kami meminta kepada pemerintah Kabupaten dan Provinsi agar jalan ini secepatnya dibangun,” katanya, Senin (29/11/2021).

Kekesalan warga itu bukan tanpa alasan. Karena jalan rusak itu, banyak korban berjatuhan. Mulai dari kendaraan roda dua sampai roda empat yang masuk parit karena menghindari jalan berlubang. “Banyak kendaraan warga rusak kena lubang. Bahkan mobil warga juga ada yang masuk parit,” imbuhnya.

Warga setempat pun sempat mendatangi kantor Kecamatan Dringu. Namun Camat Dringu, Ulfiningtias, tidak berada di kantornya, saat warga datang. “Bu Camat tidak di kantor, masih keluar, saya tidak berani komentar soal ini, itu kebijakannya bu camat,” kata Kasi Trantib Kecamatan Dringu, Alim Susilo.

Baca Juga :   Jalannya Masih Rusak, Warga Dringu Kembali Blokade Jalan

Warga mendesak, pemerintah setempat segera lakukan perbaikan pada jalan yang rusak itu. Berharap, pemerintah mendengar keluhan warga itu dan segera lakukan perbaikan. Paling tidak dilakukan dengan perbaikan rabat beton atau jalan hotmix.

“Agar korban tidak terus berjatuhan dan tidak sampai menelan korban jiwa,” kata Nanang Kuswoyo, Ketua RT11/RW3 Desa Ngepoh. (lai/saw)