Mundur dari Pimpinan Bank, Pasutri ini Sukses Jadi Perajin Mutiara

732

Promo Aksesoris & komputerSaat ini, usaha aksesori mutiara yang diberi nama Aononie Pearls ini dipasarkan melalui e-commerce, medsos, hingga kerja sama dengan dua hotel di Pasuruan dan satu hotel di Probolinggo. Setiap harinya mereka bisa menerima order dari 100 reseller di seluruh Indonesia.

Dengan permintaan yang makin banyak, kini kerajinan itu tidak bisa lagi hanya dikerjakan mereka berdua. Karena itu, keduanya pun merekrut karyawan.

Menurutnya, karyawan yang mereka miliki ini awalnya tidak memiliki dasar sama sekali. Ia dengan telaten dan sabar melatih mereka selama dua bulan, mulai dari tingkat dasar hingga rumit.

“Alhamdulillahnya, sekarang kami sudah punya 7 karyawan yang kami pekerjakan dan bisa membuat model aksesori tanpa didampingi. Semuanya juga dari Pasuruan,” tuturnya.

Baca Juga :   Besok Dewan Jadwalkan Bertemu DLH, Bahas Limbah Busa di Sungai

Pria asli Semarang ini menyebut, harga kerajinan mutiara itu bervariasi tergantung model dan tingkat kerumitan saat pembuatan. Sebab, customer juga bisa memesan model sesuai keinginan. Untuk paling murah dibanderol mulai dari harga Rp55 ribu hingga jutaan rupiah.

“Untuk harga, tergantung model dan jenis mutiaranya,” ungkapnya.

Dengan semakin banyaknya pesanan, pembeli harus PO minimal dua hingga tiga pekan tergantung motif dan jenis mutiaranya. Omsetnya sekarang bisa tembus ratusan juta perbulan.

“Bisa sampai Rp.130 juta hingga Rp.150 juta perbulan,” tandasNya.

Hingga saat ini, pasarnya sudah merambah di seluruh Indonesia. Mulai dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Jakarta. Bahkan, pasar luar negeri juga bisa dijangkau, Malaysia hingga Singapura. (may)

 

Baca Juga :   Begal Payudara Beraksi di Probolinggo, hingga Pemkab Lanjutkan Proyek Masjid Senilai Rp 1,3 M | Koran Online 8 Juni