PVMBG Melarang Aktivitas Warga di Radius 5 KM Dari Semeru

345

Lumajang (WartaBromo) – PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Semeru melarang warga tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Gunung Semeru Lumajang. Utamanya di arah bukaan kawah di sektor tenggara – selatan.

Larangan ini menyusul erupsi Gunung Semeru Kabupaten Lumajang erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sore. Masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Juga pada jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara – selatan.

Warga diminta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

“Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya,” tulis Yuda Prinardita Pura, A.Md, selaku penyusun laporan di https://magma.esdm.go.id/

Dalam laporan itu, juga disebutkan jika tramati 2 kali guguran Lava Pijar dengan jarak luncur kurang lebih 500 – 800 meter. Dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah gunung berketinggian 3676 mdpl itu.

Secara kegempaan, terjadi letusan dengan jumlah 54, Amplitudo 11-22 mm, Durasi 85-130 detik. Kemudian guguran berjumlah 4, Amplitudo 3-4 mm, Durasi 40-75 detik. Serta hembusan sebanyak 18, Amplitudo 2-7 mm, Durasi 60-155 detik).

“Visual Gunungapi Semeru dominan tertutup kabut,” lapor Yuda Prinardita Pura.

PVMBG juga meminta masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas. Karena saat ini suhunya masih tinggi. Perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.

“Mewaspadai ancaman lahar di alur sungai atau lembah yg berhulu di Gunung Semeru. Mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk,” pungkasnya. (saw/saw)