3 Jenis Burung Merpati dan Mitos yang Ada di Masyarakat

2407

Pasuruan (WartaBromo.com) – Masyarakat Jawa Bali pasti kerap menjumpai burung merpati. Burung satu ini banyak dipelihara karena suaranya merdu dan bisa diandalkan bagi yang ingin beternak.

Di balik keelokannya, ternyata burung yang juga sering disebut dengan nama burung puter ini menyimpan banyak mitos yang beredar. Namun, hanya ada pada beberapa jenis saja, alias tidak semuanya.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut jenis-jenis burung puter dan mitosnya:

1. Puter Albino

Ketika mendengar “merpati putih” pasti identik dengan suara merdu dan sering diikutkan dalam kontes burung, kan? Siapa sangka kalau jenis merpati satu ini juga disebut-disebut bisa membawa rejeki bagi pemeliharanya?

Kendati demikian, mitos tersebut tak sepenuhnya salah kalau si pemelihara puter albino tahu caranya. Seperti mengikutkan kontes kicau atau membudidayakan puter kualitas terbaik.

Baca Juga :   Prihatin Kebakaran Arjuno, PT. MSD Bagikan Ribuan Bibit Tanaman

2. Puter Pelung

Tak cuma puter albino yang punya suara merdu, puter pelung pun demikian. Burung dengan nama ilmiah Streptopelia Risoria adalah burung yang perawatannya cenderung mudah dan bisa berkembang biak dengan cepat.

Menurut mitos, puter pelung akan berbunyi di waktu-waktu tertentu untuk mengingatkan si majikan. Dimana semua itu tergantung kebiasaan yang dilakukan si pemilik. Tak heran jika puter pelung dipercaya sebagai burung penanda waktu.

3. Puter Lokal

Ciri khas puter satu ini adalah terdapat motif bulu yang menyerupai kalung di bagian leher. Bahkan, puter ini juga dikenal dengan sebutan angin puyuh telah ada di Indonesia selama ribuan tahun.

Burung puter satu ini dimitoskan berumur panjang dan jarang terserang penyakit. Entah percaya atau tidak, mitos tersebut banyak tersebar di masyarakat. (trj/may)