Hati-Hati! Ini 3 Jenis Fetish Teraneh di Dunia

876
jenis fetish teraneh

Pasuruan (wartabromo.com) – Penyakit kelainan seksual ada banyak sekali, salah satunya fetish. Kelainan seksual satu ini umumnya menyasar korban untuk menggunakan benda mati atau objek non-seksual lain.

Jika di Indonesia sempat digegerkan dengan fetish kain jarik dan fetish mukena, ternyata ada banyak fetish aneh di dunia yang jarang orang tahu. Penasaran apa saja?

Berikut dilansir dari suara.com:

1. Apotemnophilia

Menurut buku berjudul Perv: The Sexual Deviant in All of Us karya Jesse Bering, jenis fetish satu ini terbilang cukup mengerikan. Pasalnya, si pelaku akan memotong bagian tubuhnya sendiri untuk dijadikan bahan pemuasan seksual.

Orang yang menderita Apotemnophilia, menurut Bring dalam bukunya, kebanyakan berasal dari orang yang semasa kecil dianiaya oleh orang tuanya. Sehingga, untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang, pengidap Apotemnophilia akan memotong bagian tubuhnya.

2. Katoptronophilia

Segala bentuk gaya seksual dengan pasangan saat berumah tangga boleh saja dilakukan. Tapi, tahukah Bolo kalau suka melihat pantuan diri di cermin saat bersetubuh dengan pasangan bisa dikatakan fetish?

Fetish jenis ini disebu Katoptronophilia. Adalah ketika seseorang bergairah terhadap aktivitas seksual yang dilakukan di depan cermin. Biasanya, pengidap fetish satu ini akan mengubah dekorasi kamar menjadi penuh cermin.

3.  Coprophilia

Normalnya, orang pasti enggan mendapati orang tengah buang air besar, baik sengaja maupun tidak karena dianggap menjijikkan. Tapi, beda halnya dengan pengidap fetish jenis Coprophilia.

Adapun Coprophilia adalah ketertarikan seksual yang melibatkan tinja atau feses. Orang bersangkutan akan merasa puas ketika melihat pasangannya buang air besar dan gairah seksualnya akan meningkat.

Nah, selain ketiga jenis fetish di atas sebenarnya masih ada macam-macam fetish aneh lain. Untuk mawas diri, jagalah diri sendiri, baik dari orang terdekat maupun yang baru dikenal.

Pasalnya, kebanyakan korban dimanipulasi oleh pelaku agar dengan tanpa sadar dapat dijadikan subyek pemuas fetish. (trj/may)