Pemkab Probolinggo Kekurangan 7 Ribu PJU

494
Pemkab Probolinggo Kekurangan 7 Ribu PJU

Kraksaan (WartaBromo) – Pemkab Probolinggo setidaknya membutuhkan 7 ribu PJU (penerangan jalan umum), agar sejumlah ruas jalan terang benderang. Keberadaan penerangan ini juga meminimalisir angka kecelakaan dan kriminalitas jalanan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami mengatakan pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap kebutuhan PJU. Pemetaan dengan menggandeng PLN dan kepolisian pada 2021.

“Untuk membuat jalan raya di 24 Kecamatan ini terang pada malam hari, butuh 7 ribuan PJU. Dan Alhamdulillah untuk Kraksaan sudah terang,” ujarnya pada Rabu, 12 Januari 2022.

Dari 7 ribu PJU tersebut, baru terpasang sekitar 400 PJU. Mayoritas di wilayah Kecamatan Kraksaan, jalur wisata Bromo dan titik lainnya. Sehingga pihaknya harus bekerja keras merealisasikannya.

Baca Juga :   Pemkab Probolinggo Imbau Bromo Ditutup

Keberadaan PJU, kata Taufik, sangat penting bagi kelancaran transportasi warga. Selain itu, jalan yang terang juga dapat menekan angka kecelakaan di jalan raya. “Kondisi jalan yang terang tentunya juga bisa menekan angka kriminalitas jalanan. Membuat warga yang melintas merasa lebih nyaman dan aman,” katanya.

Senada dengan Taufik, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi juga meyakini jalan terang bakal menurunkan angka kecelakaan dan kriminalitas. Ia menyebut dua kasus itu, banyak terjadi saat pergantian siang ke malam. Antara Maghrib hingga Isya.

“Itu kan masa pergantian, dari terang ke gelap, tapi masih ada pengendara yang belum menyalakan lampu kendaraannya, sehingga ini yang biasanya menjadi penyebab kecelakaan. Tapi kalau jalannya sudah terang, dari jauh kan sudah kelihatan kalau ada kendaraan lain yang melintas,” ucapnya.

Baca Juga :   Jangan Ditiru! Remaja Krucil Curi Motor di Kraksaan

Sementara itu, Manajer ULP PLN Rayon Kraksaan, Hendy Pranata mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah Dishub untuk membuat jalan menjadi terang. Salah satu dukungan yakni berupa penertiban PJU liar yang dibuat oleh warga. Termasuk juga menentukan titik yang dapat dipasangi PJU meter.

“Dalam hitungan kami, setidaknya dibutuhkan 900 ribu VA untuk realisasi PJU. Itu khusus yang masuk wilayah kerja kami. Kebutuhannya bisa lebih, karena ada juga yang masuk area ULP Probolinggo,” ungkapnya secara terpisah. (cho/saw)