Cerita Warga Kampung Sumbertaman yang Raup Cuan dari Layangan Naga

915
Seorang warga Sumbertaman, Kota Probolinggo tengah menerbangkan layangan.

Wonoasih (WartaBromo.com) – Menerbangkan layang-layang kecil mungkin sudah biasa. Tapi di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, sekelompok warga membuat layang-layang naga sepanjang ratusan meter.

Dari hasil kreatifitas itu, warga mampu meraup pundi-pundi rupiah, dari membuat layang-layang naga.

Menerbangkan layang-layang, menjadi hiburan tersendiri bagi warga setempat. Hembusan angin yang cukup baik, membuat kawasan Probolinggo cocok untuk menerbangkan layang-layang raksasa.

Ya, satu layang-layang naga ini memiliki panjang sampai 125 meter lebih. Sementara ukuran terkecilnya adalah 75 meter.

Harga untuk layang-layang naga sepanjang 25 meter, dibandrol sekitar Rp2,5 juta. Sedangkan yang lebih panjang, dibandrol antara Rp3,5 sampai Rp5 juta.

“Tergantung panjang, motif dan tingkat kesulitan dari layang-layang itu sendiri,” kata Ages Pranata, pembuat layang-layang naga, Sabtu, 15 Januari 2022.

Baca Juga :   Siswi Difabel Asal Probolinggo Dikenal Pintar dan Lugas Di Sekolah

Bahan-bahan yang digunakan pun, berkualitas. Untuk rangka kepala dan bagian badan, digunakan fiber. Sementara untuk penutup, digunakan kain parasit kedap air. Sehingga tidak mudah robek ataupun basah.

“Semua bagian, mulai dari kepala, badan dan motif layang-layang, kami kerjakan secara manual. Jika tanpa motif atau polos, paling cepat dua mingguan. Kalau rumit ya bisa sampai sebulan,” imbuhnya.

Dibutuhkan sedikitnya lima orang, untuk menaikkan satu layang-layang naga ini. Tak hanya dinikmati sendiri, layang-layang naga inipun sudah terkenal sampai luar Kota Probolinggo.

Saat diterbangkan, layang-layang naga ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga sekitar. Melihatnya meliuk-liuk di angkasa, cukup menyenangkan. Untuk menikmatinya pun tak perlu biaya. Karena pemilik dengan senang hati menerbangkan layang-layang ini.

Baca Juga :   Puluhan Anak di Kota Probolinggo Jadi Yatim Piatu Sepanjang Pandemi 2021

“Seneng aja liatnya siang-siang. Baru sekarang ini sih lihat ada layang-layang naga besar seperti ini. Sebelumnya ya layang-layang kecil itu,” kata salah satu warga, Yuliana Agustin.

Ide membuat layang-layang naga ini, berawal dari pandemi covid19, dua tahun silam. Sebelumnya, warga kampung Sumbertaman merupakan sopir dan kenek truk ekspedisi. Namun karena pandemi, mereka harus berhenti bekerja dan menganggur.

Di sela waktu itulah, warga berinisiatif membuat layang-layang naga. Youtube menjadi tempat belajar para pengangguran ini. Sampai akhirnya layang-layang buatan mereka bisa terbang, dan dilirik oleh penikmat layang-layang dari luar daerah.

“Alhamdulillah, dari kreatifitas warga itu bisa menghasilkan uang. Pesanan mulai datang dan bisa menjadi penggerak perekonomian warga di kala kondisi perekonomian global lemah usai pandemi seperti saat ini,” jelas Ketua RW 2 setempat, Rebudi.

Baca Juga :   Datangi Pemkot, Puluhan Karyawan Grapari Tuntut Kejelasan

Industri kecil layang-layang naga buatan warga Kampung Sumbertaman inipun menjadi penyelamat ekonomi saat pandemi. Dalam sebulan, omzet warga berkisar antara 5 sampai 15 juta. Tergantung pesanan yang masuk. (lai/saw)