Soal Ancam Mati Wartawan, Ketua Dewan Minta Bupati Evaluasi Jabatan Hasbullah

1006
Kadispendik Kabupaten Pasuruan Hasbullah saat berpidato di depan pegawai. Orang nomor satu di lingkungan pendidikan Kabupaten Pasuruan itu ujarkan ancaman terhadap wartawan dan LSM. Foto : screenshot video pidato Hasbullah.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kalimat ancam mati ke wartawan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Hasbullah terus mendapat sorotan. Bahkan, ketua dewan meminta bupati mengevaluasi jabatan Hasbullah.

“Saya sangat prihatin dan menyayangkan statement di ruang publik Kadispendik Kabupaten Pasuruan yang baru,” kalimat tertulis Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan, Rabu (19/1/2022).

Mas Dion -panggilan karibnya- menyatakan, ancaman mati itu sangat tidak elok diucapkan seorang kepala OPD yang menaungi para pendidik, kaum intelektual, dan akademisi.
Apa yang disampaikan Hasbullah tersebut, dikatakannya telah memberi contoh ucapan dan perilaku sarkastik.

“Pantasnya omongan itu keluar dari mulut kepala preman,” lanjutnya.

Seakan memberi arah, mestinya Hasbullah memberikan uswah hasanah, budi pekerti luhur, baik sikap, perilaku, ucapan yang santun, sejuk, dan seharusnya mengayomi.

Baca Juga :   Pembunuh Anggota Kodim Probolinggo Ditembak Mati Tim Jatanras Polda Jatim

Selain penilaian buruk dan kalimat tegas, ketua dewan dua periode inipun tak segan meminta Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf melakukan evaluasi terhadap jabatan Hasbullah, yang baru disandang pada 17 Januari 2022 tersebut.

“Saya minta bupati mengevaluasi saudara Hasbullah,” tegasnya memungkasi.

Diberitakan sebelumnya, video pidato Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Hasbullah viral dan menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video, Hasbullah ucapkan ancaman mati terhadap wartawan dan LSM.

Berikut kalimat ancamannya:
“Katek ganggu kepemimpinanku, ganggu sekolahan ati-ati. Mati awakmu ngkok yo! kepala sekolah semuanya ga usah takut sama LSM, sama siapa, ini perwakilan e iki ya. Iki nyoting, grup golongan wartawan-LSM sebarin ya. Ojo sampek ganggu @!** mati!!”
(ono)