Kluster Pendidikan Meningkat, Sejumlah Sekolah di Kota Probolinggo Lockdown

1519

Mayangan (wartabromo.com) – Sejumlah sekolah di Kota Probolinggo terpaksa harus tutup atau lockdown. Penutupan sementara dilakukan setelah ada guru dan murid yang terkonfirmasi positif covid19.

Sekolah itu antara lain, SMP negeri 5, SMP Negeri 10, SMP Negeri I, SMPK Materdei Probolinggo, SDN Jrebeng Wetan, MI Muhammadiyah dan SDK Materdei Probolinggo. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Mochammad Maskur menyebut, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penutupan pada sekolah tersebut.

“Penutupan dilakukan sampai guru dan siswa negatif covid19. Sedangkan sekolah lain (tidak ditemukan kasus positif), masih tetap menjalankan PTM dengan kuota 50 persen,” katanya, Senin (14/2/2022).

PTM 50 persen itu, diutamakan untuk siswa kelas 9. Sebab sebentar lagi akan menjalani ujian. Sedangkan sisanya, masih terapkan pembelajaran jarak jauh. Sejauh ini, siswa maupun guru yang terkonfirmasi positif, menjalani karantina di lokasi isoter. Seperti di Rusunawa Mayangan dan SMPN 6.

Baca Juga :   Level 2, Pembelajaran Tatap Muka di Kota Pasuruan Turun Jadi 50 Persen

Penularan di kalangan siswa dan guru ini, bukan hanya dari kluster keluarga. Namun lokasi keramaian juga. Karena itu, pihak Disdikbud menghimbau masyarakat untuk tetap disiplin prokes. Upaya vaksinasi pelajar juga terus dilakukan. Agar siswa terhindar dari potensi penularan covid19. (lai/saw)