Hari Raya Nyepi, Bromo Tutup Sehari

748
Objek wisata Gunung Bromo yang ditutup total pada Perayaan Nyepi, Kamis (3/3/2022) lusa. Foto: dokumen WartaBromo.

Sukapura (WartaBromo.com) – Hari Raya Nyepi, kawasan wisata Bromo ditutup. Seluruh aktivitas wisata dari empat pintu masuk kabupaten, ditutup total. Penutupan itu, untuk menghormati warga Suku Tengger, yang tengah melaksanakan catur brata penyepian pada Kamis (3/3/2022) lusa.

Di Kabupaten Probolinggo, penutupan dilakukan mulai jalan akses di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Petugas gabungan, dari Satpol PP, TNI, Polri, Jagabaya dan muslim Tengger, lakukan penyekatan di pintu masuk menuju kawasan wisata Bromo. Atau tepatnya, di depan balai Desa Wonokerto serta batas Desa Wonokerto – Ngadas.

Penutupan sementara selama Hari Raya Nyepi itu juga diumumkan langsung oleh BB TNBTS, selaku pengelola kawasan wisata Bromo. Seperti yang terlihat pada unggahan instagram resmi BB TNBTS.

Baca Juga :   Kebakaran Hutan Padam, TNBTS : Selamat Berwisata!

“PENUTUPAN KEGIATAN WISATA BROMO PADA HARI RAYA NYEPI TAHUN 2022

Memperhatikan surat dari Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggo Nomor: 107/Pem/PHDI-KAB/II/2022 tanggal 24 Februari 2022 perihal Pemberitahuan dan hasil koordinasi dengan sesepuh tengger, maka kegiatan Wisata Gunung Bromo DITUTUP SECARA TOTAL mulai hari Kamis tanggal 3 Maret 2022 pukul 00.00 WIB sampai dengan hari Jum’at tanggal 4 Maret 2022 pukul 05.00 WIB.

Penutupan kegiatan wisata Gunung Bromo ini dalam rangka Ritual Nyepi 1944 Saka / Pergantian tahun baru Saka. Penutupan jalur dari arah Probolinggo ditutup di Desa Wonokerto Kecamatan Sukapura, dari arah Pasuruan ditutup di Desa Wonokitri Kecamatan Tosari dan dari arah Malang dan Lumajang ditutup di Jemplang.

Baca Juga :   4 Anggota BPBD Kesetrum saat Evakuasi Korban Banjir hingga PSBB Pulau Jawa-Bali | Koran Online 7 Jan

Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian kepada masyarakat, pengunjung dan pihak-pihak terkait, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.” Tulis Plt. Kepala Balai Besar TNBTS, Novita Kusuma Wardani.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto menyebut, penutupan sementara aktivitas wisata itu sangat berarti bagi warga Tengger. “Sehingga dalam melaksanakan Catur Brata Penyepian, kami bisa khusyuk dan khidmat,” ujarnya, Selasa (1/3/2022).

Penutupan serupa, juga sama seperti tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, penutupan dimulai pada Kamis 3 Maret pukul 05.00 WIB sampai Jumat 4 maret pukul 05.00 WIB.

Selama pelaksanaan Nyepi, Jagabaya dan tim pengamanan gabungan, akan berjaga di sudut desa. Antisipasi tindak kriminal, maupun wisatawan yang memaksa masuk. Selain itu, juga untuk menanggulangi jika ada warga yang mengalami kondisi darurat. Seperti melahirkan, atau sakit. (lai/saw/asd)